Jumlah Kunjungan Wisata Mancanegara Kembali Alami Peningkatan di Bulan September 2019

Ilustrasi:Warga  berebut sesaji di kawah Gunung Bromo yang dilemparkan ke kawah Bromo

SURABAYA-SUREPLUS: Perkembangan kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Jawa Timur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Hal tersebut di konfirmasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, yang menyatakan jumlah kunjungan Wisman ke Jawa Timur bulan September 2019 mencapai 20.719 kunjungan.

“Angka tersebut turun sebesar 30,36 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 29.751 kunjungan,” ungkap Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono saat memberikan pemaparan data mengenai wisman di gedung BPS Jatim, Jumat (8/11/2019).

Teguh mengungkapkan, secara umum pola kedatangan Wisman ke Provinsi Jawa Timur, pada bulan Januari sampai dengan September dua tahun terakhir, polanya mirip, namun tahun 2019 masih lebih rendah dibandingkan tahun 2018. Untuk tahun 2019, walaupun di April dan Mei cenderung turun, mirip dengan pola 2018, tetapi Juni sampai dengan Agustus kembali meningkat, dan kembali turun di September.

Menurutnya, ada sepuluh negara asal Wisman yang mendominasi kunjungan ke Provinsi Jawa Timur pada September 2019. Wisman berasal dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Amerika Serikat, India, Jepang, Thailand, Korea Selatan, dan Jerman.

“Wisatawan mancanegara dari sepuluh negara utama tersebut, mencakup 68,22 persen dari total kedatangan wisman ke Jawa Timur pada September 2019,” ujarnya.

Dari sepuluh negara tersebut, Wisman berkebangsaan Malaysia menempati posisi tertinggi, yaitu dengan kontribusi sebesar 25,79 persen, diikuti Singapura di posisi kedua dan Tiongkok di posisi ketiga berturut-turut mencapai 12,24 persen dan 11,28 persen.

“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang bulan September 2019, sebesar 54,18 persen atau turun 0,31 poin dibandingkan TPK bulan Agustus sebesar 54,49 persen. Angka TPK ini berarti, pada bulan September dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel berbintang yang ada di Provinsi Jawa Timur, setiap malamnya sebanyak 54 hingga 55 kamar diantaranya telah terjual,” kata Teguh

Kendati demikian, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) untuk hotel bintang pada September 2019 adalah 1,68 hari. “Ini berarti pada umumnya lama tamu menginap, baik tamu asing maupun tamu Indonesia, di hotel berbintang berkisar antara satu sampai 2 hari,” tutup Teguh.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana