DPRD Surabaya Sebut Banyak Kejanggalan Anggaran Dispora

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (kanan) saat mengunjungi Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur

SURABAYA-SUREPLUS: Kejanggalan banyak ditemukan saat pembahasan mengenai anggaran Dispora Pemkot Surabaya, di Komisi D DPRD Surabaya. Kejanggalan tersebut, mulai dari kode rekening hingga jumlah anggaran yang dinilai mencurigakan. Atas dasar itu, pembahasan anggaran Dispora untuk mengalami penundaan.

“Ada perbedaan kode rekening Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang diberikan dengan yang dibacakan berbeda,” ungkap anggota DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id, Kamis (7/11/2019).

Kadir mengungkapkan, hal lain yang perlu mendapat perhatian Dispora, terkait dengan anggaran pembangunan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Benowo dimana jumlahnya cukup fantastis. Menurutnya, jumlah anggaran milyaran rupiah untuk pembangunan GBT yang diajukan Dispora ke Komisi D DPRD Yos Sudarso tanpa dilengkapi dengan rincian anggaran.

Sarana dan prasarana untuk pembangunan GBT mencapai Rp 52 Miliar ini, namun detail untuk pengeluaran apa saja tidak dirincikan. Selain itu, tidak hanya masalah kode rekening dan anggaran Pembangunan GBT. Masalah lain yang cukup mencengangkan adalah anggaran pengadaan tenis meja, dimana pos anggarannya cukup mencurigakan.

“Pengadaan tenis meja sebesar Rp 26 miliar. Yang menjadi tanda tanya besar, anggaran tersebut dimasukkan pada pos anggaran sarana lapangan tembak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan temuan Komisi D ini menunjukkan bahwa konstruksi anggaran Dispora yang diajukan belum terencana dengan baik dan stabil.

“Ini berarti temuan menunjukan perencanaan anggaran di dispora kurang baik. Komisi memutuskan tidak membahas anggaran Dispora tahun 2020 sampai Dispora mau melakukan perbaikan,” ucap Kadir.

Kendati demikian, Kabid Sarana dan Prasana (Sarpas) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, Edi Santoso mengatakan, anggaran pengadaan Rp 26 Milar untuk tennis meja, itu merupakan kesalahan dalam pengetikan. Ia mengaku, saat ini sudah diperbaiki untuk diajukan lagi ke DPRD untuk lanjuran pembahasan.

“Memang benar salah ketik , harusnya anggaran Rp 26 Miliar itu , diperuntukan buat lapangan tembak, bukan untuk anggran tennis meja, tapi ini saya sudah koordinasi dengan teman-teman DPRD,”  tutup Edi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana