Jawa Timur Kembali Deflasi di Penghujung Bulan Oktober 2019

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono (tengah) saat memberikan data deflasi di Jawa Timur pada bulan Oktober 2019. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Jawa Timur dibulan Oktober 2019 kembali deflasi sebesar 0,02 persen. Pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Jati, terhadap perubahan harga selama bulan Oktober 2019 di 8 kota IHK Jawa Timur menunjukkan adanya penurunan harga di sebagian besar komoditas, yakni dari 135,65 pada bulan September 2019 menjadi 135,61 pada bulan Oktober 2019.

” Oktober tahun ini lebih rendah kalau dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2018,  yang mana pada bulan Oktober 2018 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen,” ungkap Teguh Pramono, Kepala BPS Jatim, saat memaparkan data deflasi di kantor BPS, Sabtu (2/10/2019)

Teguh mengungkapkan, deflasi terjadi pada dua kelompok pengeluaran. Kelompok tersebut, yaitu Bahan Makanan sebesar 0,40 persen, dan kelompok Sandang sebesar 0,23 persen. Terdapat tiga komoditas utama penyumbang deflasi di bulan Oktober 2019, ialah telur ayam ras, cabai rawit, dan emas perhiasan.

Menurutnya, harga telur ayam ras yang terus mengalami penurunan menjadikan komoditas tersebut penyumbang utama terjadinya deflasi. Penurunan harga disebabkan oleh banyaknya pasokan di pasaran.

“Sementara itu, cabai merah juga menunjukkan penurunan harga pada bulan Oktober dibandingkan bulan sebelumnya. Ini disebabkan adanya panen raya pada beberapa daerah sentra penghasil cabai,” ujarnya.

Selain ketiga komoditas utama penyumbang deflasi di atas, komoditas lain yang juga menyumbang terjadinya deflasi bulan Oktober ialah apel, bawang putih, tongkol, wortel, jagung manis, pepaya dan pir.

“Kalau dikerucutkan dalam subkelompok bahan makanan, daging ayam ras sebesar 0,03 persen, bawang merah dan bayam sebesar 0,01. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi yaitu: telur ayam ras sebesar 0,05 persen, cabai rawit sebesar 0,03 persen, dan apel sebesar 0,01 persen,” kata Teguh.

Kendati demikian, pada kelompok Sandang, dua subkelompok yang deflasi adalah subkelompok sandang anak-anak sebesar 0,02 persen dan subkelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 0,77 persen.

“Kelompok ini pada bulan Oktober 2019 memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi yaitu emas perhiasan sebesar 0,02 persen juga,” tutup Teguh.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana