“Resesi Seks” Milenial, Ancaman Baru Ekonomi Amerika Serikat

Pemerintahan Amerika Serikat sepertinya masih harus bekerja ekstra keras untuk keluar dari persoalan ekonomi yang melilit negara mereka. Belum lagi selesai “perang dagang” dengan China dikarenakan rencana penandatanganan perjanjian sementara yang akan dilangsungkan pada pertemuan puncak Asia-Pacific Economic Coopration (APEC) di Chili 16-17 November nanti terancam batal, kini mereka harus menghadapi persoalan baru berupa “resesi seks” milenial.

Bagi kaum milenial Amerika Serikat, stabilitas ekonomi merupakan persoalan utama. Ketika jaminan akan kestabilan ekonomi itu absen, maka secara otomatis persoalan-persoalan yang berhubungan dengan aspek-aspek kedewasaan juga menurun. Dalam kondisi sebagaimana dilaporkan Deloitte berdasarkan hasil penelitian mereka, dimana kekayaan bersih orang Amerika yang berusia 18 hingga 35 tahun anjlok hingga 34% sejak 1996, biaya pedidikan melonjak 65% selama 10 tahun terakhir, biaya makananan naik 26%, tingkat utang mereka yang berusia di bawah 30 tahun sejak tahun 2004 naik 160% sementara pendapatan rumah tangga berada di bawah 7%, siapakah dari kalangan milenial itu yang berani mengambil keputusan untuk menikah?

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya teknologi dan peluang baru yang diberikan teknologi berupa pornografi online hingga video game canggih yang membuat kaum milenial itu lebih suka menyendiri ketimbang berhubungan dengan manusia secara nyata. Menurut data dari Survei Sosial Umum, pada 2018 saja ada 23% orang dewasa yang mengaku tidak melakukan hubungan seks dalam setahun. Ini adalah rekor tertinggi sepanjang masa. Alasan untuk fenomena ini, selain bersifat sosiologis dan ekonomis, juga dikarenakan masih banyaknya orang dewasa muda yang masih hidup bersama orang tua mereka.

Jika sebelumnya resesi diartikan dengan kemerosotan lantaran produk domestik bruto (PDB) menurun selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun, maka tidaklah terlalu keliru jika kemudian kata ‘resesi’ juga disandangkan ke dalam persoalan seks dan pernikahan. [*]