Misi Dagang Jatim ke Mataram Telah Capai Omzet Hingga Rp 125 Miliar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Mataram, NTB dalam rangka menjalin kerja sama di bidang perhiasan dan permata.

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur saat ini sedang fokus melakukan misi dagang ke Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dalam misi dagang ini, pemprov juga menggandeng beberapa pengusaha untuk melakukan transaksi jual-beli dengan para pengusaha di Mataram. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan kendati acara belum usai, omzet pembelian yang dilakukan pengusaha Mataram ke Jatim telah mencapai Rp 125 Miliar.

“Omzetnya Rp 125 miliar lebih, pada posisi sekarang kan, transaksi itu akan tetap berjalan. Saya tidak bisa bilang puas atau tidak. Tetapi bahwa dalam pertemuan 3 jam, transaksi itu bisa mencapai Rp 125 Miliar,” kata Khofifah, Kamis (31/10/2019).

Khofifah mengungkapkan, ia ingin selepas dari pertemuan ini transaksi jual beli antara para pengusaha Jatim dan NTB bisa terus berjalan. Terlebih, keduanya memiliki beragam hal yang bisa diperjualbelikan.

“Saya berharap setelah pertemuan ini transaksi bisa terus dilakukan dan dikembangkan agar bisa melanjutkan misi dagang berikutnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jatim, Drajat Irawan mengatakan ada 128 pengusaha dari Jatim yang hadir. Para pengusaha ini ada yang menjadi pembeli dan penjual hasil produksinya.

“Yang paling penting, kita juga membawa beberapa industri dari Jatim. Ada 128 pedagang, ada yang beli, ada yang jual. Yang beli untuk bahan baku industry. Sementara yang dari NTB ini ada 81 pengusaha, baik itu dari industri kecilnya, terutama ini dari sektor produsen, di sini juga ada rumput laut, jagung dan komoditi yang ada di sini,” ucap Drajat.

Dari kegiatan ini, Drajat menyebut ada beberapa hal yang ingin diraih Pemprov Jatim. Contohnya perluasan jaringan pasar hingga meningkatkan neraca perdagangan dalam negeri.

“Hari ini kita implementasikan yang misi dagang, bagaimana kemudian misi dagang ini ada perluasan jaringan pasar. Yang kedua meningkatkan neraca perdagangan dalam negeri karena akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di seluruh Jawa Timur. Yang ketiga adalah dalam rangka substitusi impor karena ternyata ada beberapa komoditi yang bisa dicari yang diperoleh dari provinsi lain,” tutup Drajat.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana