Impor Jatim Kembali Naik 5,15 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono menjelaskan seputar kenaikan impor Jawa Timur hingga 5,15 persen. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Impor Jawa Timur bulan September 2019 kembali mengalami kenaikan sebesar 5,15 persen dibandingkan bulan Agustus 2019, yaitu dari 1,84 miliar dolar AS menjadi 1,93 miliar dolar AS. Kondisi yang meningkat ini ditunjukkan oleh kinerja impor nonmigas maupun sektor migas yang sama-sama mengalami kenaikan.

“Impor migas bulan September 2019 ke Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar 22,58 persen, dari 312,21 juta dolar AS menjadi 382,72 juta dolar AS. Sedangkan impor nonmigas naik sebesar 1,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 1,52 miliar dolar AS menjadi 1,55 miliar dolar AS,” ungkap Teguh Pramono, kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id di kantornya, Senin (28/10/2019).

Teguh mengungkapkan, pada September 2019 golongan Besi dan Baja merupakan komoditi utama impor Jawa Timur, dengan nilai transaksi sebesar 200,30 juta dolar AS, atau naik sebesar 32,21 persen dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 151,50 juta dolar AS. Kelompok barang ini mempunyai peranan 12,94 persen dari total impor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan utamanya diimpor dari Tiongkok sebesar 51,94 juta dolar AS.

Menurutnya, Kelompok barang yang menduduki peringkat kedua adalah golongan Mesin-mesin Pesawat/ Mekanik yang menyumbang nilai impor sebesar 11,35 persen atau 175,71 juta dolar AS. Sedangkan untuk peringkat ketiga, barang masuk ke Jawa Timur adalah Golongan Plastik dan Barang dari Plastik yang menyumbang nilai impor sebesar 123,00 juta dolar AS atau mencapai 7,95 persen.

“Kalau dilihat menurut negara asal barang impor, maka Tiongkok tercatat sebagai negara asal barang yang masuk Jawa Timur selama September 2019. Baik diantara negara-negara Asia maupun dunia dengan peranan sebesar 30,51 persen,” ujarnya.

Sementara itu, kelompok negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditi nonmigas ke Jawa Timur selama September 2019 yang mencapai 229,22 juta dolar AS atau turun sebesar 1,13 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Di kawasan ASEAN, Thailand menjadi negara utama asal impor dengan nilai 69,18 juta dolar AS atau sebesar 4,47 persen dari total impor, selanjutnya diikuti Singapura sebesar 60,62 juta dolar AS dengan peranan sebesar 3,92 persen,” kata Teguh.

Kendati demikian, impor nonmigas yang berasal dari kelompok negara Uni Eropa bulan September sebesar 148,71 juta dolar AS atau naik sebesar 9,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor terbesar dari kawasan ini berasal dari Jerman sebanyak 43,65 juta atau dengan peranan sebesar 2,82 persen.

“Diikuti dari Belanda sebesar 23,51 juta dolar AS atau berkontribusi sebesar 1,52 persen,” tutup Teguh.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana