Inovasi Terbaru dari MaxWin Tawarkan Skema Program Properti Bebas Bunga dan DP

Ilustrasi perumahan

JAKARTA-SUREPLUS: Tingginya angka backlog perumahan di Indonesia kian menjadi polemiki tersendiri bagi rakyat Indonesia. Tentunya, hal inilah yang dapat memacu Maxwin Organization untuk berinovasi. Melalui kerjasama dengan PT Broker Bisnis Internasional (BBI), Maxwin menawarkan skema pembelian rumah yang cukup menarik, yaitu program properti bebas bunga dan bebas DP.

Founder MaxWin Organization dan CEO BeliBisnis.com, Maxwin mengatakan BBI adalah sebuah perusahaan bisnis developer sharing economy dimana dalam menjalankan bisnisnya mengusung konsep sharing economy dan sharing profit. Meski begitu, perusahaan ini mempunyai salah satu program revolusioner yang dapat membantu masyarakat dapat memiliki rumah dengan cara yang sangat ringan, tanpa hutang, tanpa bunga dan tanpa DP.

“Program revolusioner tersebut adalah Program Properti Bebas Bunga Bebas DP. Dimana dalam program tersebut masyarakat hanya perlu membayar biaya sewa rumah seharga 1 persen dari harga rumah selama 100 kali atau 100 bulan tanpa perlu membayar DP dan juga tanpa bunga. Setelah 100 bulan, rumah tersebut akan menjadi hak milik penyewa,” ujar Maxwin saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa keinginan tersebut dilatarbelakangi oleh menjamurnya skema kredit dengan bunga yang cukup tinggi. Bahkan semua unsur ekonomi melibatkan bunga, termasuk sektor properti. Akibat dari sistem ini, pertumbuhan ekonomi menjadi tidak stabil, terjadinya ketimpangan. “Yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin,” tegasnya.

Padahal suku bunga akan sangat berpengaruh terhadap investasi, bahkan produksi terpengaruh sehingga meningkatnya pengangguran. Padahal ada hukum semakin tinggi suku bunga, maka investasi semakin menurun. Jika investasi menurun, produksi juga menurun. Selain itu bunga juga dianggap sebagai tambahan biaya produksi bagi para businessman yang menggunakan modal pinjaman.

“Biaya produksi yang tinggi tentu akan memaksa perusahaan untuk menjual produknya dengan harga yang lebih tinggi pula. Melambungnya tingkat harga, pada gilirannya, akan menyebabkan terjadinya inflasi akibat semakin lemahnya daya beli konsumen,” terangnya..

Hal tersebut menurut Maxwin juga berlaku pada bisnis properti. Perusahaan Developer tentunya membutuhkan modal untuk membangun rumah. Untuk mendapatkan modal tersebut, Perusahaan Developer bekerjasama dengan perbankan dimana tentunya dikenakan bunga. Melihat kondisi tersebut, Maxwin berharap Program Properti Bebas Bunga Bebas DP ini bisa membantu masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah untuk dapat memiliki rumah dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Hal itu berimbas pada tingginya biaya pembangunan rumah sehingga harga jual rumah pun akan semakin tinggi. Tingginya harga rumah dan uang muka yang harus disiapkan membuat daya beli masyarakat akan rumah tinggal menjadi rendah,” terangnya.

Program tersebut disambut baik dan mendapatkan apresiasi dari Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar dan Bupati Seram Barat, M. Yasin Payapo. Ali mengatakan sangat bergembira dengan tawaran tersebut. Bahkan ia ingin perbincangan ini secepatnya dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius agar program properti bebas bunga dan bebas DP ini secepatnya bisa terealisasi di Sulawesi Barat.

“Sangat gembira karena sesuai dengan visi dan misi saya untuk membangun ekonomi yang salah satunya adalah meningkatkan kualitas SDM. Harapan saya, program ini akan memacu pertumbuhan Sulbar menjadi semakin baik, mulai dari budaya, ekonomi hingga kesehatan,” ujarnya.[rls/DM]