Crown Group Kembali Bidik Konsumen Di Jatim

Ilustrasi – Crown Group kembali gencar membidik konsumen di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya Jawa Timur. FOTO: crowngroup.com.au

SURABAYA-SUREPLUS: Pengembang properti di Australia, Crown Group kembali gencar membidik konsumen di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya Jawa Timur. Pasalnya, Crown Group saat ini tengah merasakan menggeliatnya pasar properti Australia, pasca kebijakan pemerintah dalam memperlonggar sejumlah kebijakan pengetatan pada pembiayaan properti.

Deputy Project Sales Director Crown Group, Jefry Irawan menuturkan, pada Mei 2019 lalu pemerintah Australia merilis aturan pelonggaran yang selama ini menjadi penghambat pasar properti di wilayah itu. Seperti terkait bunga perbankan, mulai pemangkasan suku bungam hingga jenis angsuran kredit yang sebelumnya dibayar bersamaan dengan utang pokok, saat ini aturan itu dicabut dan angsuran dalam 10 tahun pertama hanya bayar bunga.

“Kebijakan ini sangat membantu pasar properti, dan bagi Crown Group sendiri sangat berdampak, dimana penjualan juga mulai bangkit,” katanya di Surabaya, Kamis (10/10/2019).

Dikatakannya, sinyal membaiknya pasar properti di Australia juga terlihat dari pertumbuhan penjualan pada September 2019 lalu yang naik sekitar 1,8 persen. Angka ini sangat besar bagi sebuah penjualan properti sekelas Crown Group. Soal besaran suku bunga, lanjut dia, rata-rata perbankan hanya mematok sekitar 3 persen dan fixed selama 3 tahun. Selanjutnya bunga kredit perbankan hanya di kisaran 4 persen. “Ini sangat murah dibanding negara lain,” tegas Jefry.

Jefry mengaku sangat optimis karena melihat fundamental ekonomi Australia masih sangat sehat, ditambah lagi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup solid. Meskipun demikian, suku bunga dan inflasi disana masih tergolong sangat rendah, sedangkan tingkat pengangguran pun juga masih rendah dan setiap kebijakan telah menanamkan rasa percaya diri bagi para pembelinya.

“Dengan kondisi ini, kami memproyeksi pertumbuhan Crown Group hingga akhir tahun ini bisa lebih dari 6 persen. Dengan besaran pertumbuhan ini, saya kira pasar properti di Australia cukup bagus dan masih diminati,” ujarnya.

Minat properti Australia sendiri, menurutnya, bukan saja dari pembelii lokal di sana, namun juga pembeli dari negara lain. Jefry menyebut, porsi pembeli dari negara lain selama ini cukup besar yakni sekitar 40 persen. Dari porsi tersebut, Indonesia menempati rangking kedua setelah China. Setelah itu ada Malaysia, Thailand, Brasil hingga Jepang.

“Cukup diminatinya properti di Australia oleh pembeli asal Asia karena kondisi cuaca dan gaya hidup negara ini mirip dengan di Eropa atau Amerika, namun lokasinya masuk Asia. Makanya kami sangat optimis penjualan Crown Group di Indonesia masih potensial. Kami pun gencar melakukan penetrasi pasar, selain ke Jakarta, Medan, Bandung, juga Jawa Timur,” tandasnya.

Bahkan Jefry menyebut, minat pembeli dari berbagai daerah di Jatim, selain Surabaya seperti Malang, Kediri, Banyuwangi cukup tinggi. Demikian juga pembeli dari wilayah Indonesia Timur, seperti Bali, Makasar, bahkan Papua juga minatnya besar,” tutupnya.[lana/DM]