Mutasi Jabatan, Kabag Humas Pemkot Surabaya Resmi Jadi Kepala Dinas Kominfo

Mantan Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser yang telah resmi menjabat sebagai Kadin Kominfo Kota Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, M Fikser saat ini tengah mendapatkan promosi dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Kendati demikian, Fikser resmi naik pangkat menjadi Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Wali Kota Surabaya bernomor 821.2/9746/436.8.3/2019. Kini, Posisi Kabag Humas Pemkot Surabaya, telah dijabat oleh Febriadhitya Prajatara yang sebelumnya adalah salah satu Kabid di jajaran Satpol PP Kota Surabaya.

Fikser mengakui pemilihan dirinya jadi kepala dinas oleh Wali Kota Risma ini yang pertama di Pemkot Surabaya. “Iya yang pertama, mohon doa restu,” ungkap M Fikser, usai acara pelantikan di lantai 2 Balai Kota Surabaya, Rabu (9/10/2019).

Fikser mengungkapkan, selain dirinya Wali Kota Surabaya juga melantik Dedik Irianto yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah mendapatkan promosi menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.

Seperti diketahui, Risma pada hari itu telah melantik 82 pejabat. Dari 82 pejabat itu, yang mendapatkan promosi sebanyak 53 orang dan rotasi sebanyak 29 orang. Di kesempatan yang sama, Risma memastikan bahwa yang mendapatkan promosi jabatan merupakan pejabat yang sangat baik. Ia sadar bahwa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya sudah tinggal satu tahun, sehingga para pejabat yang baik dinaikkan jabatannya.

“Saya tinggal satu tahun, jadi kalau saya menaikkan para pejabat, mereka adalah yang terbaik. Kalau ada yang menyampaikan bahwa itu II.b baru, kenapa dilantik? Karena selama ini dia sudah bekerja dengan sangat baik, masuk ke Pemkot pun merupakan yang terbaik,” ungkapnya.

Dirinya ingin memastikan, bahwa ia tidak dibilang mempromosikan para pejabat dengan dasar ngawur. Sebab, dia juga ingin suatu saat ketika sudah tidak menjabat Wali Kota Surabaya, dia ingin meninggalkan para pejabat yang mengerti dan tahu cara bekerja yang baik.

“Saya ingin meninggalkan mereka yang mengerti dan mereka tahu cara bekerja yang baik,” kata Risma.

Kendati demikian, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menyampaikan bahwa sudah bersumpah atas nama Tuhan, sehingga dia sangat berharap untuk menjaga integritasnya. Menurutnya, jabatan itu merupakan kepercayaan Tuhan melalui tangannya.

“Saya bukan siapa-siapa, tanpa kehendak Tuhan, tidak mungkin ini bisa terjadi. Jadi, tolong dijaga integritasnya teman-teman semuanya,” ujarnya.

Bahkan, ia juga meminta kepada para pejabat yang dilantik itu untuk tidak menyakiti warga Kota Surabaya, karena Wali Kota Risma sangat mencintai warganya. Ia juga mengaku tangannya patah dan kakinya putus hanya karena saking cintanya kepada warga Kota Surabaya.

“Saya pastinya juga tidak mau seperti ini, sampai tangan saya patah, kaki saya putus. Dokter bilang bahwa tidak ada sepanjang sejarah tendon dua-duanya putus, itu biasanya hanya para atlet yang seperti itu. Nah, itu terjadi pada saya karena terlalu kerja kerasnya, sampai kaki saya seperti ini,” ucapnya.

Di samping itu, ia juga menjelaskan bahwa mungkin diantara para pejabat ada yang marah setelah kena rotasi, karena memang punya keahlian di bidang tersebut. Namun, ia yakin bahwa Tuhan melihatnya secara m berbeda, sehingga dia sangat peecaya bahwa pelantikan ini tidak mungkin terjadi apabila tanpa ada campur tangan Tuhan.

“Jika mungkin ada yang marah padahal punya keahlian, tolong introspeksi diri kenapa saya sampai dipindahkan, tolong introspeksi,” tutup Risma.[lana/DM]