Bayucaraka ITS Sabet Sebanyak Tiga Penghargaan di KRTI 2019

Tim Bayucaraka saat mempersiapkan salah satu robot pesawatnya untuk berlaga.

SURABAYA-SUREPLUS: Setelah menaklukkan ajang internasional di Turki, Tim Bayucaraka Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini kembali sukses berjaya di tingkat nasional. Kali ini, tim robot terbang ITS ini berhasil meraih tiga penghargaan dalam Kompetisi Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019, yang diselenggarakan di Lapangan Terbang TNI Angkatan Laut (AL), Grati, Pasuruan selama lima hari.

“Tiga penghargaan tersebut antara lain juara satu kategori Technology Development (TD) subdivisi airframe, juara tiga kategori Vertical Take Off and Landing (VTOL), dan Best Design atau desain terbaik dalam kategori TD subdivisi Flight Controller,” ungkap General Manajer (GM) Tim Bayucaraka ITS, Putu Wisnu Bhaskara Putrawan seperti tertulis di rilis, Minggu (6/10/2019).

Putu mengungkapkan, pada kategori TD subdivisi airframe, seluruh tim diharuskan merancang sebuah prototipe pesawat hybrid yang merupakan gabungan antara helikopter dan pesawat. Sehingga pesawat tersebut dapat naik ke atas seperti helikopter sekaligus dapat terbang seperti pesawat pada umumnya.

Tim Bayucaraka ITS yang menghadirkan pesawat Bayusuta Hybrid v01 pada kategori tersebut berhasil terbang pada medan yang sempit dan tidak butuh landasan pacu yang panjang.

“Sehingga hal tersebut menjadi keunggulan pesawat kita,” ujarnya.

Pada kategori VTOL, setiap pesawat juga dituntut menyelesaikan sebuah misi yaitu untuk menjatuhkan tujuh buah benda pada target yang telah ditentukan. Putu menyebutkan, Pesawat Soeromiber v4 milik Tim Bayucaraka ITS juga telah berhasil unggul pada kecepatan dan keakuratan dalam menyelesaikan misinya jika dibanding tim lainnya.

Sedangkan pesawat bernama Mas Bay yang mewakili Tim Bayucaraka ITS pada kategori TD subdivisi Flight Controller berhasil menampilkan teknologi yang berbeda dengan peserta lain.

“Pesawat ini dapat memberikan informasi mengenai navigasi, gambar, ketinggian, kemiringan, dan dapat diketahui secara langsung dari layar yang berada di bawah,” kata Putu.

Kendati demikian, selain tiga pesawat tersebut sebenarnya Tim Bayucaraka ITS juga mengerahkan dua pesawat lainnya yaitu Pesawat Jatayujet 10 pada kategori Racing Plane (RP) dan Pesawat Naya v3 pada kategori Fixed Wing (FW).Mahasiswa angkatan 2016 itu menyayangkan kedua pesawat timnya tersebut masih belum berkesempatan untuk mendapatkan juara.

“Pasalnya, kondisi angin yang jauh dari prediksi sebelumnya mengakibatkan kedua pesawat kami tersebut tidak bisa terbang,” ucapnya.

Hal tersebut, menurut Wisnu, akan menjadi evaluasi bagi Tim Bayucaraka ITS yang memang desain pesawatnya saat ini kurang memadai. Ke depannya, Wisnu bersama timnya juga akan memikirkan lagi supaya dapat merancang pesawat yang dapat bertahan pada berbagai kondisi.

“Mudah-mudahan KRTI tahun depan Tim Bayucaraka ITS bisa meraih gelar juara umum,” tutup Putu.[Wid/DM]

Editor: Dony Maulana