Dinas Pendidikan Jawa Timur Jaring Peneliti Potensial di Kalangan Remaja

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya. M Ikhsan saat mengunjungi Lomba Peneliti Muda di Convention Hall, jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Dinas Pendidikan Jawa Timur, kali ini menyaring para remaja yang memilki potensi sebagai peneliti, dalam ajang Lomba Peneliti Muda atau Young Scientists Competition 2019 di Convention Hall Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya.

Kompetisi ini diikuti oleh 259 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Surabaya, Jawa Timur. Kepala Dinas Pendidikan Surabaya M. Ikhsan mengatakan, Lomba Peneliti Muda ini merupakan yang ke-7 yang digelar Dinas Pendidikan Surabaya. Lewat lomba ini, ia ingin melanjutkan tradisi memperoleh medali di ajang serupa tingkat internasional.

“Beberapa waktu lalu Tim Indonesia berhasil memperoleh 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu dalam lomba peneliti belia internasional. Yang dari Kota Surabaya menyumbangkan 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu,” kata Ikhsan, saat sesi wawancara di Convention Hall, Sabtu (14/9/2019).

Ikhsan mengungkapkan, pada tahun 2019 ada enam bidang lomba yang diikuti 1.147 siswa dengan jumlah penelitian mencapai 592, bersama perincian bidang komputer 45 penelitian dengan peserta 87 siswa, bidang environmental science 133 penelitian dengan peserta 254 siswa, bidang life science 218 penelitian dengan 431 siswa, matematika 48 penelitian dengan 93 siswa, fisika 45 penelitian dengan 86 siswa, dan sosial 103 penelitian dengan 196 siswa.

Dibanding tahun sebelumnya, Lomba Peneliti Muda pada 2019 mengalami peningkatan jumlah penelitian dan peserta. Apalagi terdapat tambahan bidang penelitian baru yakni bidang sosial. Lomba ini diselenggarakan setiap tahun agar pelajar Surabaya dapat mengembangkan bakat di bidang penelitian.

“Ibu Wali Kota Surabaya sendiri, selalu berpesan kepada anak-anak untuk mengembangkan diri di bidang apa pun. Sekarang kalian dipersiapkan untuk jadi peneliti dan ini merupakan langkah awal untuk menyiapkan diri sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, dengan banyaknya wahana pengembangan diri, pihaknya berharap pelajar Surabaya mampu bersaing dengan anak-anak lain dari seluruh Indonesia, bahkan dunia. Ikhsan menyebut ke depannya, persaingan sudah tidak ada batas lagi. Anak-anak Surabaya harus siap dan pandai menjaga serta mengembangkan diri.

“Pandailah memilih pergaulan, antarteman saling menjaga dan hindari hal-hal tidak baik seperti narkoba. Karena keberhasilan kalian, kalianlah sendiri yang akan mengejarnya. Jangan lupa selalu memohon doa restu kepada orangtua, karena sukses itu tidak lepas dari doa orangtua,” kata Ikhsan.

Kendati demikian, Direktur CYS Monika Raharti mengatakan, kriteria penilaian Lomba Peneliti Belia ada dua yakni pertama mengenai latar belakang dan pentingnya penelitian dan kedua meliputi metodologi penelitian yang harus lengkap dan benar.

“Ada 21 juri tingkat universitas yang menilai pekerjaan kalian. Juri berkeliling dan kalian harus berdiri di samping poster, kemudian dengarkan pertanyaan juri,” ucapnya.

Monika mengatakan, dari dua penilaian itu akan diumumkan peserta lomba yang menjadi finalis. Para finalis ini selanjutnya akan presentasi hasil penelitiannya pada Jumat 13 September 2019.

“Kepada para juri, harus kita ingat bahwa ini adalah anak-anak SMP, bukan anak SMA atau universitas. Anak-anak SMP harus dilihat idenya, cara berpikir, mungkin bukan kedalaman ilmunya. Para juri diperbolehkan memberikan masukan,” tutup Monika.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana