UNAIR Gelar 5th MCC Workshop Bahas Tingginya Problem Penyakit Infeksi

Sejumlah aktivitas dalam workshop Molecular Cell Culture (MCC) di Lembaga Penyakit Tropik (LPT) Kampus C UNAIR. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Lembaga Penyakit Tropik (LPT) Universitas Airlangga (UNAIR) kali ini kembali menggelar workshop Molecular Cell Culture (MCC) yang kelima. Acara tersebut bertempat di Lembaga Penyakit Tropik (LPT) Kampus C UNAIR. Pembahasan workshop ini mengangkat tema “Molecular Biology Techniques in Biosciences and Virology”.

Pemilihan tema workshop tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa alasan. Yakni, melihat kebutuhan dan urgensinya. Saat ini penyakit infeksi masih menjadi penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia sehingga dibutuhkan teknik-teknik atau metode baru yang lebih modern. Munculnya metode baru yang lebih modern itu dikenal dengan istilah one step. Metode tersebut lebih efisien daripada metode konvensional atau two step.

“Jadi, untuk membuka wawasan terkait bahwa metode atau teknologi itu terus berkembang dan membandingkan metode konvensional dengan modern itu sepeti apa,” ungkap Laura Navika Yamani, selaku ketua pelaksana the 5th MCC workshop, saat memberikan penjelasan di Kampus UNAIR, Kamis (12/9/2019).

Laura mengungkapkan, sebagai narasumber pertama hadir Prof. Dr. Aryati, dr., MS., Sp.PK(K). Ia merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR. Dan pada hari kedua, ada Fuad Al Ahwani, S.Pd., M.Si. dari PT Indolab Utama.

“Materi di hari pertama mencakup topik metode Polymerase Chain Reaction (PCR) itu dengan dua cara, konvensional dan modern. Kemudian, itu untuk mengukur secara kualitatif. Jadi, maksudnya untuk melihat keberadaan virus, untuk mendeteksi positif negatif dari virus itu,” ujarnya.

Menurutnya, pada hari kedua materi akan diarahkan lebih ke kuantitatif. Materi tersebut mengenai seberapa banyak virusnya ini dalam sampel. Para peserta menggunakan metode yang namanya Real Time PCR, untuk lebih melihat kadar atau konsentrasi virusnya itu sampe seberapa banyak.

“Selain itu, peserta bisa melakukan secara hands on. Sehingga peserta bisa langsung mempraktikkan teori yang didapat. Hands on tersebut meliputiekstraksi RNA, One Step Multiplex, PCR, Reverse Transcription PCR, Agarose Gel Elektroforesis, dan Real Time PCR,” kata Laura.

Kendati demikian, The 5th MCC Workshop itu diikuti sebanyak tujuh belas peserta, baik dari Surabaya maupun luar Surabaya. “Dari kegiatan tersebut, saya berharap dunia riset molecular, khususnya di Indonesia, dapat lebih berkembang,” tutup Laura.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana