Pemindahan Pipa PDAM Lenyapkan Pasokan Air Beberapa Daerah di Surabaya

Suasana pembenahan pipa air yang mengakibatkan matinya saluran air di beberapa daerah di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Sebanyak ribuan pelanggan PDAM Surabaya, terimbas pasokan air yang lenyap. Pemindahan pipa utama PDAM di Jalan Yos Sudarso seiring dengan adanya proyek alun-alun bawah tanah yang digarap Pemkot Surabaya, membuat perusahaan air milik negara itu harus mematikan aliran air. Perkiraan awal daerah terimbas ternyata kurang tepat, lantaran ada beberapa daerah lagi yang terkena dampak matinya aliran air.

Dirut PDAM Surya Sembada, Mujiaman Sukirno mengatakan bahwa utilitas di bawah jalan raya belum tertata. Panjang pipa PDAM sendiri, nyaris sama dengan keliling bumi dihitung dari garis khatulistiwa, yakni 6 ribu kilometer lebih. Pipa-pipa tersebut harus berbagi tempat dengan kabel-kabel milik Telkom, PLN, kabel fiber optik milik pemkot, hingga pipa gas.

“Semestinya, seluruh utilitas itu ditata. Kalau enggak begitu, banyak kegiatan akan susah untuk dilakukan,” ungkap Mujiaman, saat sesi wawancara di kantor PDAM Surya Sembada, Kamis (12/9/2019).

Mujiaman mengungkapkan, sebenarnya pemindahan pipa di Jalan Yos Sudarso tinggal memasang pipa baru. Pipa itu sudah jauh-jauh hari disiapkan. Sayangnya, saat penurunan pipa baru tersebut, para pekerja menghadapi kendala berupa kabel Telkom. Kabel itu harus dipotong karena menghalangi pekerjaan. Namun, langkah tersebut tak mungkin diambil.

”Komunikasi se-Surabaya bisa putus. Akhirnya kami yang mengalah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pipa PDAM yang sudah disiapkan harus dipotong lagi di lokasi proyek. Prosesnya pun menyita waktu yang sangat lama. Kendati demikian, Mujiaman memastikan seluruh pipa terpasang kembali sejak kemarin siang. Empat instalasi pengolahan air minum (IPAM) yang dimatikan akhirnya dinyalakan kembali. Aliran air berangsur pulih sejak kemarin sore.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan bahwa tidak akan ada kompensasi atas gangguan aliran air yang dialami sebagian besar warga Surabaya itu. “Itu pengerjaan yang lama kan tidak disengaja PDAM. Jadi ya tidak ada kompensasi. Ini bukan mau kita kok,”  kata Risma.

Risma pun sudah memerintah PDAM agar segera menyelesaikan penyambungan pipa itu. Rencana pengerjaan yang awalnya sebentar itu jadi lebih lama. Menurut Risma, masalahnya adalah sistem utilitas yang tidak terencana dengan baik.

”Terpaksa harus motong masalahnya. Sebab, kalau tidak kita lakukan, Telkom bisa blackout se-Surabaya,” ucapnya.

Kemarin siang Risma sudah mendapat kabar bahwa PDAM wilayah Surabaya Selatan dan Pusat sudah bisa beroperasi. Daerah yang masih belum beroperasi adalah wilayah Surabaya Utara.

Selain itu, gangguan air PDAM juga berpengaruh di kompleks Kantor Pemkot Surabaya di Jalan Jimerto dan Sedap Malam. Gangguan itu berupa pelannya aliran air sampai tidak bisa mengalir sama sekali hingga sore. Salah satunya di kantor Humas Pemkot Surabaya. Keran-keran kamar mandi yang mengandalkan tekanan air dari pipa PDAM tidak bisa mengalirkan air dengan lancar sejak siang hingga sore.

“Kantor humas pemkot memang belum punya tandon air khusus dengan daya tampung yang besar. Aliran air sangat bergantung pada pipa-pipa PDAM. Kalau yang mati itu mulai Minggu dan Senin. Sore ini  mulai bisa. Kalau siang, memang tidak bisa sama sekali,’’ tutur Kabaghumas kota Surabaya, M. Fikser.

Para pekerja yang hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil atau air besar pun membatalkan niatnya dan mencari lokasi lain. Begitu pula yang hendak berwudu. “Kalau yang di Balai Kota dan Jimerto memang disuplai air tangki,’’pungkas Fikser.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana