ITS Siap Akselerasikan Pendidikan Dengan Teknologi 5G

Hasil penandatanganan MoU antara ITS dan operator seluler 3 Indonesia yang ditunjukkan pada uji coba 5G bersama 3 Indonesia di Gedung Robotika ITS. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Operator seluler 3 (Tri) Indonesia, mengajak kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dalam melakukan uji coba jaringan 5G bertajuk Future is Now #IndonesiaTanpaBatas di Gedung Pusat Robotika ITS. Uji coba jaringan 5G untuk kali pertama ini dihadiri langsung oleh Rektor ITS Mochamad Ashari.

“ITS sebagai digital eco campus menaruh perhatian besar terhadap perkembangan jaringan komunikasi ini. Kolaborasi teknologi informasi dan industri merupakan sebuah keniscayaan. Yang menjadi tugas bersama adalah bagaimana teknologi 5G ini mampu dimanfaatkan oleh kampus serta industri,” ungkap Ashari, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di kampus ITS, Rabu (11/9/2019).

Ashari mengungkapkan, terkait masa depan pemanfaatan jaringan 5G oleh ITS, dirinya memaparkan bahwa jaringan 5G sangat disambut baik oleh sivitas akademika ITS. Menurutnya, banyak riset yang bisa dilakukan baik oleh mahasiswa maupun dosen ITS yang membutuhkan jaringan 5G untuk memaksimalkan teknologi yang dibuat.

“Misalnya riset robot autonomous yang diprakarsai mahasiswa ITS. Kekalahan yang sempat dialami tim robotika ITS di Korea beberapa waktu lalu disebabkan oleh ketertinggalan penggunaan jaringan kita yang masih menggunakan 4G,” ujarnya.

Ashari menjelaskan, ITS sendiri telah melakukan riset terhadap frekuensi yang dapat digunakan oleh jaringan 5G sejak tahun 2012 lalu. Kampus teknologi ini telah banyak memiliki riset berkaitan dengan Internet of Things (IoT), kecerdaaan buatan (AI), serta cloud computing yang akan sangat terbantu dengan kehadiran 5G,” tuturnya mengingatkan.

“Selain itu, perkembangan jaringan telekomunikasi tersebut juga akan berpengaruh pada sistem pembelajaran kampus ke depannya. Keberadaan 5G akan memudahkan kuliah secara virtual,” kata Ahsari.

Meskipun ITS beberapa kali telah menerapkan kelas virtual dalam pembelajaran, Ashari optimistis ketersediaan jaringan 5G akan jauh memudahkan program tersebut. Sistem kelas virtual yang didukung jaringan 5G ini akan memungkinkan ITS untuk menjangkau mahasiswa yang berada di daerah yang jauh.
“Sehingga pembelajaran tidak harus dilakukan dengan bertemu muka di Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pemasaran 3 Indonesia, Dolly Susanto mengatakan, banyak tantangan baru bagi generasi muda di dunia modern ini. Menurutnya, jaringan internet yang handal memudahkan pemuda untuk belajar dan berkarya untuk global. “Maka penting bagi kami berkolaborasi dengan institusi pendidikan guna membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia,” ucapnya.

Tidak hanya itu, sebagai dukungan nyata terhadap peningkatan SDM unggul Indonesia, 3 Indonesia dan ITS juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pemberian beasiswa sebesar Rp 100 juta dari 3 Indonesia untuk mahasiswa ITS.

Dukungan juga dilontarkan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, Ismail. Sebagai fasilitator dan akselerator dalam acara tersebut, Ismail menambahkan bahwa jaringan 5G tidak hanya menekankan pada kecepatan transfer data, tetapi juga menekankan pemanfaatan di sektor-sektor prioritas lainnya, contohnya pendidikan.

“Dengan ini, dosen di kampus ternama seperti ITS dapat mengajar mahasiswa di daerah terpencil tanpa berpindah tempat dan terhalang delay jaringan,” tutur Ismail.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana