Rumah Batik Jawa Timur, Kandang Segala Jenis Batik Seluruh Jatim

Koleksi busana batik yang berada Rumah Batik Jawa Timur. Rumah batik yang ada di Surabaya ini, memiliki berbagai jenis batik dari seluruh kawasan Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Masyarakat Indonesia tentunya familiar dengan busana yang bernama batik. Sejak ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 lalu, batik banyak dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia.

Di Surabaya, segala macam jenis batik memiliki wadah tersendiri, yakni Rumah Batik Jawa Timur. Rumah batik ini terletak di Surabaya Utara, tepatnya di Jalan Dukuh Bulak Banteng Timur, nomor 94, Bulak Banteng, Kec. Kenjeran Surabaya. Di rumah batik ini ada banyak jenis motif kain batik dari berbagai daerah di Jawa Timut. Seperti dari Pamekasan, Bangkalan, Tuban, Pacitan, Ponorogo, Banyuwangi, Sidoarjo, Jember, Sampang, Malang dan Juga Surabaya.

“Koleksi batik dari berbagai daerah di Jawa Timur itu, yang  terpampang rapi di Rumah Batik ialah hasil karya karya beberapa keluarga di Jatim. Tak hanya disitu saja, Rumah Batik ini  sering bekerjasama dengan pengrajin-pengrajin batik di berbagai daerah lain. Seperti halnya batik khas Sidoarjo,” ungkap Syarif Usman, generasi kedua penerus Rumah Batik Jawa Timur ini, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di lokasi, Selasa (10/9/2019).

Syarif mengungkapkan, rumah batik yang awalnya berupa showroom bernama Istana Madura ini, sudah berdiri sejak 11 tahun silam, tepatnya pada tahun 2008. Faiqah Ismail, yang notabene merupakan seorang pengrajin batik Madura, akhirnya membuat rumah koleksi batiknya menjadi rumah batik sampai saat ini.

“Dirumah batik ini, juga dapat membeli baju batik sesuai permintaan pengunjung. Dari sanalah  akhirnya saya belajar mengukur baju,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menghasilkan baju-baju batik tersebut, ia bekerja sama dengan beberapa penjahit, yang berada di daerah sekitar rumah batik ini.

Kendati demikian, rumah batik ini diresmikan secara langsung oleh Gubernur Imam Utomo pada  Mei 2008 itu, pun pernah mencetak rekor muri membatik logo Surabaya berukuran 20×10 meter. Dirumah batik ini, pengunjung juga dapat belajar membatik dan juga membuat kerajinan seperti taplak meja.

“Biaya untuk 1x pertemuan hanya dengan 75.000, dan jika ingin belajar  ekstensif selama 7x pertemuan biayanya 500.000, serta untuk belajar membuat taplak meja membayar sebesar 250.000,-,” kata Syarif.

Rumah batik ini buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga pukul 9 malam. Untuk memperluas eksistensi batik dan pembuatan batik, Syarif menuturkan rumah batik Jawa Timur ini menjalin kerjasama dengan berbagai universitas, pihak Tour Travel serta beberapa instansi untuk belajar budaya bangsa Indonesia di rumah batik Jawa Timur ini.

“Kami juga sering mengadakan pelatihan dan edukasi sehingga batik Jatim dapat lebih dikenal oleh masyarakat yang lebih luas lagi,” tutup Syarif.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana