Imbas Harga Emas Dunia dan Inflasi Jatim Pada Peningkatan Harga Emas di Surabaya

Toko Emas yang ada di daerah Pasar Blauran dan di daerah lainnya sedang mengalami sepi pembeli lantaran harga emas yang cenderung naik. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Harga komoditas emas di sejumlah toko emas di kota Surabaya cenderung naik. Hal ini karena naiknya harga emas dunia yang berimbas pada penjualan emas di tingkat bawah. Pemilik salah satu toko emas di Surabaya, Nahrudin Malik mengatakan, saat ini harga emas kadar 70 persen mencapai sekitar Rp 555 ribu per gram. Angka ini naik dibandingkan sebelumnya Rp 450 ribu per gram.

“Naiknya sangat pelan sejak selesai pemilu di Indonesia, dan sampai sekarang kadang naik namun juga turun, namun cenderung lebih sering naik,” ungkap Nahrudin, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di tokonya, Senin (9/9/2019).

Malik mengungkapkan, kenaikanharga emas 24 karat saat ini mencapai lebih dari Rp 750 ribu per gram, dari sebelumnya berada di kisaran Rp 600 ribu per gram. Akibat ketidakstabilan ini, menurut dia, penjualan atau aktivitas jual beli di beberapa daerah Surabaya turun paling rendah 75 persen.

“Beberapa toko memang masih ada pembeli, namun kebanyakan sepi bahkan pernah satu hari tidak ada pembeli, hal ini karena tidak stabilnya harga emas di sini,” ujarnya.

Sementara itu, kenaikan harga emas ini telah disebutkan oleh pihak Badan Pusat Statistik (BPS) di Jawa Timur. Teguh Pramono, selaku Kepala Badan Pusat Statistik Jatim menjelaskan, harga emas di Jawa Timur menjadi salah satu komoditas pendorong inflasi di wilayah itu pada Agustus 2019 tercatat mencapai 0,12 persen yakni dari 135,57 poin menjadi 135,74 poin.

“Pada Agustus, harga emas perhiasan masih mengalami kenaikan, hal ini ikuti harga emas dunia. Sehingga menjadi komoditas utama pendorong inflasi,” kata Teguh.

Kendati demikian, inflasi pada bulan Agustus 2019 kenaikannya tidak se-signifikan seperti bulan bulan sebelumnya. “Di bulan Agustus lalu, inflasi di seluruh Jawa Timur tercatat sebesar 0,11 persen. Jadi lonjakannya tidak sebesar beberapa bulan lalu,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana