Tingkat Impor Jatim Melambung Tinggi

ILUSTRASI – Kegiatan ekspor impor di Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Impor Jawa Timur pada bulan Juli 2019, mengalami kenaikan sebesar 27,49 persen dibandingkan bulan Juni, yaitu dari 1,56 miliar dollar menjadi 1,99 miliar dolar AS. Angka impor ini lebih besar dibandingkan angka ekspornya yang hanya mencapai 17,90 persen. Kondisi yang naik ini ditunjukkan oleh kinerja impor nonmigas yang meningkat, walaupun sektor migas turun.

“Impor migas bulan Juli 2019 ke Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 10,15 persen, dari 393,83 juta dolar AS menjadi 353,86 juta dolar AS. Impor migas menyumbang 17,75 persen dari total impor Juli 2019. Sedangkan impor nonmigas naik sebesar 40,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 1,17 miliar dolar AS menjadi 1,64 miliar dolar AS. Impor nonmigas menyumbang 82,25 persen total impor Juli 2019 ke Jawa Timur,” ungkap Teguh Pramono, saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id di Gedung BPS, Jumat (30/8/2019).

Teguh mengungkapkan, jika dilihat menurut negara asal barang impor, maka Tiongkok tercatat sebagai negara asal barang yang masuk Jawa Timur selama Juli 2019 baik diantara negara-negara Asia maupun dunia dengan peranan sebesar 32,87 persen.

Disusul berikutnya dari Amerika Serikat dan Jepang yang memberikan kontribusi pada pasar impor sebesar 6,87 dan 4,77 persen. Nilai impor dari Tiongkok Juli 2019 sebesar 538,80 juta dolar AS, diikuti impor dari Amerika Serikat sebesar 112,58 juta dolar AS serta dari Jepang sebesar 78,16 juta dolar AS.

“Kelompok negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditi nonmigas ke Jawa Timur selama Juli 2019, yaitu mencapai 257,69 juta dolar atau naik sebesar 30,43 persen dibanding bulan sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, di kawasan ASEAN, Thailand menjadi negara utama asal impor dengan nilai 77,80 juta dolar AS atau sebesar 4,75 persen dari total impor, selanjutnya diikuti Malaysia sebesar 68,14 juta dolar AS dengan peranan sebesar 4,16 persen.

Sementara itu, impor nonmigas yang berasal dari kelompok negara Uni Eropa bulan Juli sebesar 135,89 juta dolar AS atau naik sebesar 35,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor terbesar dari kawasan ini berasal dari Jerman sebesar 36,96 juta dolar AS atau dengan peranan sebesar 2,25 persen. Diikuti dari Italia sebesar USD 25,40 juta atau berkontribusi sebesar 1,55 persen.

“Pada Juli 2019, golongan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84) merupakan komoditi utama impor Jawa Timur, dengan nilai transaksi sebesar 217,06 juta, atau naik sebesar 87,62 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 115,69 juta dolar AS. Kelompok barang ini mempunyai peranan 13,24 persen dari total impor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan utamanya diimpor dari Tiongkok sebesar 90,73 juta dolar AS,” kata Teguh.

Kendati demikian, kelompok barang yang menduduki peringkat kedua adalah golongan Besi dan Baja (HS 72) yang menyumbang nilai impor sebesar 9,34 persen atau USD 153,11 juta. Golongan komoditas ini utamanya berasal dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar 30,69 juta dolar AS selama Juli 2019.

“Peringkat ketiga, barang masuk ke Jawa Timur adalah Golongan Plastik dan Barang dari Plastik (HS 39) yang menyumbang nilai impor sebesar120,38 juta atau mencapai 7,34 persen. Golongan komoditas ini utamanya berasal dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar 26,98 juta dolar AS selama Juli 2019,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana