Menkominfo Tegaskan E-Sport Dapat Dukungan Penuh Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara saat membuka acara Gamers Land Party di Jatim Expo. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menyatakan bahwa pemerintah telah mendukung akan perkembangan E-Sport di Indonesia. Hal tersebut, terbukti dengan disiapkannya infrastruktur E-Sport di daerah-daerah.

“Kami telah menyiapkan infrastruktur. Karena yang memainkan game banyak melalui internet. Jadi yang dikembangkan tidak hanya 4G tapi broadband yang ada di daerah-daerah,” ungkap Rudiantara, usai membuka acara Gamers Land Party (GLP) 2019 di Jatim Expo, Surabaya, Selasa (27/8/2019).

Rudiantara mengungkapkan, pemerintah melihat banyak peluang yang bisa didapat dari e-sports, seperti bisa menjadi atlet di ajang Sea Games dan Asian Games. Peluang kedua yang menjanjikan dari e-sports, adalah bisa dijadikan sebagai profesi. Saat ini e-sport bukan lagi jadi pekerjaan sambilan tapi profesi yang penghasilannya melebihi menteri.

“Ketiga, nanti kita tidak boleh diam hanya menggunakan game luar negeri. Gameloft yang dari Prancis yang mengembangkan adalah anak-anak di Yogyakarta. Artinya kita mempunyai kemampuan,” ujarnya.

Karakter Lokal Gatot Koco Siap Hiasi Dunia Game Indonesia

Dalam acara tersebut, Rudiantara juga menjelaskan seputar seorang pengembang game online asal Indonesia sedang mempersiapkan aplikasi game online dengan karakter lokal. Pertengahan tahun depan, game online dengan karakter utama Gatot Kaca tersebut akan diluncurkan.

“Pertengahan 2020 rencananya akan diluncurkan. Biar ada karakter lokal Indonesia yang ikut mewarnai karakter hero di dunia game online. Selama ini yang banyak cuma karakter hero dari luar,” kata Rudiantara.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa game online memiliki dampak ekonomi yang luar bagi masyarakat, seiring dengan berkembangnya industri game online di Indonesia.

“Profesi pemain game atau gamer pendapatannya bisa lebih banyak dari menteri, Tahun ini secara keseluruhan (dari e-sport) sudah mencapai 1 miliar dolar atau Rp14 triliun tambahan ekonomi,” tutup Rudiantara.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana