Khofifah Temui Staf Khusus Presiden untuk Papua Bahas Permasalahan SARA di Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Stafsus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya saat berada di gedung Grahadi Surabaya, dalam pembahasan isu ras di Jatim. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya mengunjungi Gedung Negara Grahadi menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari penyelesaian masalah yang terjadi di Malang dan Surabaya. Lenis mengatakan, untuk mengawali penyelesaian permasalahan yang terjadi, kedua pihak sepakat membuat program khusus berupa pembuatan asrama nusantara.

“Ada dua hal yang kita sampaikan tadi masalah untuk kasus ini, khususnya kita serahkan pada pihak yang berwajib. Masalah khusus kelanjutan untuk mahasiswa, kita akan bikin asrama nusantara, daerah-daerah kekhususan daerah tertinggal di Aceh, di Papua itu akan khusus untuk asrama Nusantara,” ungkap Lenis saat berada di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (21/8/2019).

Lenis mengungkapkan, selain itu keberadaan asrama tersebut akan ada perlengkapan lainnya seperti PKL dan beberapa beasiswa. Ia menjelaskan, untuk kelengkapannya PKL akan disediakan teknik-teknik khusus, beasiswa diatur,dan pemberian kartu nontunai.

Dirinya mengusulkan juga untuk memberikan kartu khusus, supaya mahasiswa di asrama bisa ambil barang, serta tinggal dengan masyarakat dan berbaur. Selain itu, ada magang, khususnya PNS dan honorer, sehingga perkembangan SDM bisa merata.

“Dimanapun sekolah dia harus balik, kedepannya bisa diatur, yang penting ke Bhineka Tunggal Ika dibangun, semua Provinsi kita bangun,” ujarnya.

Di lain pihak, Khofifah menjelaskan bahwa yang terjadi di Jawa Timur ini adalah pembelajaran bagi keduanya. Ia berdalih hal ini merupakan bagian dari laboratorium kebhinekaan. Proses alkulturasi budaya itu, bisa berjalan secara alami, saling mengenali adat istiadat, budaya, pola pikir, pola sikap dari masing-masing budaya.

Selain itu, Khofifah juga menjelaskan, akan membuka kerja sama lagi antarprovinsi, khususnya Jawa Timur dengan Papua dan Papua Barat.

“Hari ini tadi, kebetulan saya menerima plt dirjen otda, yang mendapat arahan dari pak mendagri untuk pertemuan Gubernur Papua, Gubernur Papua Barat, Gubernur Jawa Timur. Diarahkan oleh pak mendagri nanti, diarahkan di Jawa Timur dengan mengundang pak menkopolhukam, pak kapolri, dan pak mendagri,” kata Khofifah.

Khofifah mengemukakan dalam kelanjutan nantinya akan ada program Sister Provence antara tiga provinsi tersebut. Dari diskusi ini, yang ingin kita gagas adalah semacam hubungan provinsi, antara Jawa Timur dengan Papua dan Jawa Timur dengan Papua Barat.

“Kita ingin lakukan telaah. Dengan dirjen otda, kira-kira, kalau kita ingin melakukan sister provence itu seperti apa. Sama-sama kita memajukan SDM kita, PNS misalnya, mereka bisa magang di sini, sampai dua-tiga tahun. Banyak hal yang mungkin, kaitannya dengan sama-sama,” tutup Khofifah.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana