Setelah Menurun Pada Juni Lalu, Ekspor Jatim Kembali Merangkak Naik

Ilustrasi – kegiatan ekspor yang ada di Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Ekspor Jawa Timur bulan Juli 2019 meningkat sebesar 17,90 persen setelah mengalami penurunan di bulan Juni, yaitu dari 1,51 miliar dolar AS menjadi 1,78 miliar dolar AS. Hal tersebut, dikonfirmasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, yang mengklaim kenaikan nilai ekspor Juli 2019 tersebut disebabkan oleh kinerja ekspor sektor nonmigas yang meningkat lebih besar dari penurunan migas.

Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor komoditas nonmigas naik sebesar 25,31 persen, yaitu dari 1,42 miliar dolar AS menjadi 1,78 miliar dolar AS. Nilai ekspor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 99,95 persen dari total ekspor bulan ini.

“Di bulan Juli 2019, golongan perhiasan/permata menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar 327,19 juta dolar AS,” ungkap Teguh Pramono, saat dikonfirmasi oleh reporter Sureplus.id di Gedung BPS Jatim, Selasa (20/8/2019).

Teguh mengungkapkan, perhiasan/ permata berkontribusi sebesar 18,35 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini. Golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Swiss dengan nilai 91,92 juta dolar AS. Sedangkan, pada peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah Kayu, Barang dari Kayu yang menyumbang nilai ekspor sebesar 121,40 juta dolar AS.

Menurutnya, jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Jepang adalah negara tujuan utama ekspor Jawa Timur bulan Juli 2019, disusul ke Amerika Serikat, dan Tiongkok. Selama bulan ini, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Jepang mencapai 276,97 juta dolar AS, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat, dan Tiongkok berturut-turut mencapai 229,08 juta dolar AS dan 189,11 juta dolar AS.

“Kawasan negara ASEAN masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur selama bulan Juli 2019, dengan kontribusi sebesar 16,27 persen. Malaysia menjadi negara utama dengan peranan 5,00 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur, diikuti Singapura dengan peranan sebesar 4,34 persen. Total ekspor nonmigas bulan Juli ke kawasan ASEAN sebesar USD 290,13 juta,” ujarnya.

Sementara itu ekspor nonmigas ke kelompok negara Uni Eropa menyumbang 8,61 persen atau 153,54 juta dolar AS pada bulan ini. Ekspor ke kawasan ini, diantaranya ke Belanda sebesar 38,74 juta dan diikuti ekspor ke Jerman sebesar 28,40 juta.

“Secara kumulatif selama Januari-Juli 2019, ekspor nonmigas ke kawasan negara ASEAN sebesar 2.034,42 juta dolar AS atau sebesar 18,14 persen. Sedangkan, ekspor nonmigas ke Uni Eropa pada periode tersebut mencapai USD 981,37 juta dengan kontribusi sebesar 8,75 persen,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana