Bendera Merah Putih dan Syair Habib Idrus bin Salim al-Jufri Menyambut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Habib Idrus bin Salim al-Jufri. FOTO: WIKIPEDIA

Habib Idrus bin Salim al-Jufri atau yang terkenal dengan sebutan Guru Tua, adalah pendiri lembaga pendidikan Islam Al-Khairat, Sulawesi Tengah. Ulama kharismatik yang dilahirkan pada 15 Maret 1892, di Taris, Hadramaut, Yaman ini dikenal sebagai tokoh ulama yang berjasa menyebarkan Islam di daerah Sulawesi Tengah.

Beliau begitu mencintai negeri ini. Hal itu beliau buktikan dengan turut ambil bagian berjuang melawan penjajah dan mendirikan lembaga pendidikan Al-Khairat yang menjadi kawah candradimuka bagi generasi bangsa Indonesia.

Sebagaimana yang disampaikan oleh KH. Adnan Anwar dalam tulisan Bendera Merah Putih Amanat Rasulullah Melalui Mimpi Guru Tua Habib Idrus bin Salim al Jufri, dalam mimpi itu Habib Idrus juga mendapat pesan dari Rasulullah Saw., agar bendera merah putih menjadi bendera Indonesia ketika merdeka nanti. Dan pesan tersebut disampaikan kepada Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari pada Muktamar NU tahun 1937.

Saking cintanya kepada Indonesia, Habib Idrus bahkan menciptakan sebuah syair menyambut proklamasi kemerdekaan Indonesia. Berikut syair lengkap karya Habib Idrus menyambut kabar gembira proklamasi kemerdekaan :

إن يوم طلوعها يوم فخر * عظمته الأبآء والأبنآء
Sungguh hari kebangkitannya ialah hari kebanggaan | orang-orang tua dan anak-anak memuliakannya

راية العز رفرفي في سمآء * أرضها وجبالها خضرآء
Bendera kemuliaan berkibar di angkasa | hijau daratan dan gunung-gunungnya

كل عام يكون لليوم ذكرى * يظهر الشكر فيها والثنآء
Setiap tahun hari itu menjadi peringatan | rasa syukur dan pujian-pujian nyata padanya.

يا سوكارنو حييت فينا سعيدا * بالدواء منك زال عنا الدآء
Wahai Sukarno! Telah kau jadikan hidup kami bahagia | dengan obat dirimu hilang sudah penyakit kami

أيها الرئيس المبارك فينا * عندك اليوم للورى الكميآء
Wahai Presiden yang penuh berkah bagi kami | engkau hari ini laksana kimia bagi seluruh rakyat

باليراع وبالسياسة فقتم * ونصرتم بذا جائت الأنبآء
Dengan perantara pena dan politikmu kau unggul | telah datang berita engkau menang dengannya

لا تبالوا بأنفس وبنين * في سبيل الأوطان نعم الفدآء
Jangan hiraukan jiwa dan anak-anak | demi tanah air alangkah indahnya tebusan itu

فستلقى من الرعايا قبولا * وسماعا لما تقوله الرؤسآء
Pasti kau jumpai dari rakyat kepercayaan | dan kepatuhan pada apa yang diucapkan para pemimpin

واعمروا للبلاد حسا ومعنى * وبرهنوا للملا أنكم أكفآء
Makmurkan untuk Negara pembangunan materiil dan spirituil | buktikan pada rakyat bahwa kau mampu

أيد الله ملككم وكفاكم * كل شر تحوكه الأعدآء
Semoga Allah membantu kekuasaanmu dan mencegahmu | dari kejahatan yang direncanakan para musuh. [FAHMI FAQIH]