Talkshow Startup Investasi Gabungan PPKK dan LPBI di UNAIR

CITA Mellisa (Head of IDX Incubator East Java) sedang menyampaikan gagasannya dalam kegiatan talkshow investasi startup di Aula Parlinah Moedjono. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) UNAIR, menggelar talkshow dengan tema “Startup Investment Landscape in Indonesia”. Kegiatan itu berlangsung di Aula Parlinah Moedjono, Perpustakaan Kampus B UNAIR.

Hadir sebagai Narasumber, Achsania Hendratmi (Manager Inkubator Bisnis & Teknologi LPBI UNAIR) dan Cita Mellisa (Head of IDX Incubator East Java). Selain Mahasiswa UNAIR, ada pula pihak luar yang menjadi peserta dalam talkshow ini yakni Mahasiswa Universitas Surabaya, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, dan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya.

“Selama ini banyak riset yang dilakukan para mahasiswa dan beberapa hasil dari riset seperti itu dapat dijadikan produk bisnis. Salah satu contohnya seperti limbah rumput laut yang dijadikan bahan material bata ringan yang tahan gempa,” ungkap Achsania, saat memberikan pemaparan di Kampus UNAIR, Kamis (15/8/2019).

Achsania mengungkapkan, UNAIR melaui LPBI telah mewadahi mahasiswa yang mempunyai minat dalam dunia bisnis untuk mengembangkan usahanya. Usaha yang berpotensi menjadi peluang bisnis besar dapat diperoleh dari riset-riset yang dilakukan para Mahasiswa.

Sementara itu, Cita menjelaskan persyaratan-persyaratan agar sebuah startup bisa masuk dalam permainan saham. Beberapa diantaranya ialah laporan keuangan yang baik, sudah berbisnis selama satu tahun, dan startup itu sudah dapat menghasilkan pendapatan.

“Saya juga berpesan kepada peserta yang hadir saat ini, agar sungguh-sungguh mengembangkan usaha yang sedang dijalani sehingga bisa go public,” ujarnya.

Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia) dapat membantu startup dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Indonesia untuk mempercepat pengembangan usahanya. Bantuan itu seperti sosialisasi cara berbisnis yang efektif ataupun Bursa Efek Indonesia mencari akuntan untuk startup dan UKM yang laporan keuangannya belum terlalu bagus.

“Bermimpilah go public. Jangan tunggu bisnis besar baru go public, karena itu cara berpikir yang salah. Justru dengan go public barulah bisnis kita akan menjadi besar,” tutup Cita. (DEWID WIRATAMA/DM)

Editor: Dony Maulana