MEL-BIKE, Sepeda Listrik Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa ITS

Sepeda Listrik MEL-BIKE kreasi mahasiswa Fisika ITS, (dari kiri ke kanan) Dr Darmaji SSi MT (Direktur Kemahasiswaan ITS) bersama tim PKM MEL-BIKE, Muhammad Rizqi Mubarok, Misbachul Falach, dan Pramitha Yuniar dalam acara Monev Eksternal ITS. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan di Indonesia yang tentunya membutuhkan bahan bakar, tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin menipis saat ini. Kali ini, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencoba berinovasi dengan merancang sepeda listrik yang ramah lingkungan bernama Mecha-Electric Bike (MEL-BIKE).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Rizqi Mubarok (angkatan 2016), Misbachul Falach (angkatan 2016), dan Pramitha Yuniar (angkatan 2017). Ide ini berhasil lolos melenggang ke pentas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 tahun 2019 di Bali nanti.

“Ide MEL-BIKE ini kami tuangkan ke dalam PKM Karsa Cipta (KC). Saya  dan tim pun perlu membuat prototipe MEL-BIKE seapik mungkin,” ungkap Barok, sapaan akrab Muhammad Rizqi Mubarok selaku ketua tim PKM, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di Kampus ITS, Rabu (14/8/2019).

Barok mengungkapkan, ia dan tim membuat inovasi sepeda hybrid yang dapat dijalankan dengan dua sistem. Yakni gabungan sepeda mekanik (kayuh) dan elektrik (motor) lewat perantara switching (saling berganti). MEL-BIKE diciptakan tidak hanya sebagai sepeda listrik yang dapat dikayuh, namun juga hasil kayuhan sepedanya dapat menjadi pengisi daya baterai sepeda inovatif satu ini.

Lalu ketika pengendara letih,  dapat mengganti ke fitur motor listrik dengan cara di-switch agar dapat digunakan seperti motor pada umumnya. Dibandingkan sepeda listrik MIGO, MEL-BIKE milik tim ini memiliki kelebihan tersendiri.

“Jadi di sini, ada energi daur ulang yang dapat dimanfaatkan lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan penumpang berbobot 60 kilogram, MEL-BIKE bisa bergerak selaju 30 kilometer per jam. Sepeda ini dapat diisi baterainya dari keadaan kosong hingga penuh dalam waktu kurang lebih 37 jam. Namun tak perlu risau, pasalnya baterai motor MEL-BIKE juga dapat diisi melalui port charger ke stop kontak.

“Selain itu, sepeda listrik ini juga menyediakan USB charger. Sehingga ketika berkendara dapat mengisi handphone dengan mudah,” kata Barok.

Untuk prototipenya sendiri, Barok bersama timnya telah masuk ke tahap pembuatan cover guna menutupi komponen listrik yang ada. Selanjutnya, tim Barok ini optimistis agar dapat menggunakan MEL-BIKE dalam perkuliahan mereka di ITS nantinya.

Kendati demikian, tim PKM binaan Drs Bachtera Indarto MSi ini rupanya terinspirasi dari kondisi polusi di Indonesia, khususnya Jakarta yang saat ini dinobatkan sebagai salah satu kota dengan polusi udara terparah di dunia. Barok tidak ingin nantinya seluruh wilayah Indonesia juga bernasib serupa.

“Dari hal itulah, masyarakat dan pemerintah harus mulai serius beralih menggunakan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan seperti MEL-BIKE kami,” tutup Barok.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editot: Dony Maulana