Pemprov Jatim Siap Ekspansi Ekspor Hasil Laut Ke Wilayah Eropa Timur

Gubernur Jawa Timur terima kunjungan dubes Belarus.FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengaku siap ekspansi ekspor hasil laut berupa ikan tuna ke negara pecahan Uni Soviet, yakni Belarusia. Hal ini dikonfirmasi oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai menerima Duta Besar Belarus, H.E Valery Kolesnik di Gedung Grahadi Surabaya.

“Kerjasama di bidang olahan  hasil laut dengan negara Belarus ini sangat potensial dan dapat meningkatkan nilai ekspor Jawa Timur. Republik Belarus tidak memiliki wilayah laut. Sehingga mereka tertarik kerjasama di sektor olahan hasil laut   terutama adalah tuna dan salmon,” ungkap Khofifah, saat sesi wawancara di Gedung Grahadi, Selasa (13/8/2019).

Khofifah mengungkapkan, industri pengolahan hasil laut di Jawa Timur sendiri telah cukup maju. Salah satunya perusahaan olahan hasil laut yang berada di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Di SIER sendiri, masih tersedia beberapa area yang siap digunakan untuk industri pengolahan, termasuk pengolahan ikan.

Menurutnya, selain industri pengolahan yang cukup maju, hasil laut di Jawa Timur terutama pada sektor perikanan sangatlah melimpah, seperti contohnya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hal ini tentu saja membuat Belarusia tertarik untuk mengadakan kerja sama dengan Pemprov Jawa Timur.

“Jadi kalau mau investasi dalam waktu dekat bisa ke SIER,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga turut mempromosikan titik-titik wisata yang potensial di Jawa Timur. Titik tersebut, seperti di Bluefire yang hanya ada dua dunia. Lokasi Bluefire ini, salah satunya berada di Iceland dan satu lagi berada di Ijen.

“Kalau di Iceland, katanya jarang muncul Bluefire. Tapi kalau sudah di kawah Ijen, hampir setiap dini hari muncul, lalu dilanjutkan ke Bromo,” kata Khofifah.

Hal ini dianggap penting, karena dinilai dapat memberikan dampak postif bagi pariwisata Jawa Timur, khusunya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Jawa Timur lebih  khusus lagi dari Belarus dan Eropa Timur.

“Duta Besar atau diplomat memiliki jaringan yang luas. Lewat jaringan Duta Besar, kita berharapnya promosi wisata dan kerjasama antar negara dapat kita bangun dengan lebih luas. Negara Belarusia juga dikenal sebagai salah satu negara dengan alutsista yang canggih. Saya rasa banyak hal yang bisa kita bangun bersama,” tutup Khofifah.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana