Pentingnya Kolaborasi Untuk Bangun Akses Koperasi, UKM, dan IKM di Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ditemani Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak saat membuka acara puncak Harko ke-72 di Grand City Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara Pembukaan Hari Koperasi ke 72 mengatakan pengembangan Koperasi dan UKM tidak lepas dari kolaborasi banyak pihak. Kolaborasi yang kuat inilah diperlukan untuk bisa membangun akses dari UKM, IKM, dan Koperasi di Jatim. Apalagi di era digitalisasi ekonomi, banyak sekali perdagangan yang dilakukan secara online. Para pelaku Koperasi, UKM, dan IKM harus banyak mendapatkan pendampingan dan kolaborasi.

“Yang sudah advance mendampingi yang belum. Kampus mendampingi human capitalnya, perbankan melakukan support permodalannya. Akses pasarnya  oleh para pelaku perusahaan e-commerce,” ungkap Khofifah saat membuka Harkop ke-72 di Grand City Surabaya, Jumat (9/8/2019).

Khofifah mengungkapkan, kolaborasi ini perlu dilakukan dengan segala kerja keras. Semua lini memang harus bergerak bersama dalam mengembangkan koperasi, UKM, maupun IKM. Kepada para pelaku perusahaan e-commerce diminta untuk melakukan pendampingan dan memastikan kualitas kontrol, kuantitas dan kontinyuitas dari koperasi, UKM, dan IKM jika diprediksi trend permintaan meningkat.

Hal tersebut, lantaran menurutnya seiring dengan meningkatnya perusahaan e-commerce dan digitalisasi ekonomi diharapkan koperasi di Jatim membuka diri untuk mengembangkan kerjasama kemitraan atau kolaborasi.

“Semua memang harus bergerak bersama, berkolaborasi, tidak bisa sendiri- sendiri. Saya harapkan  koperasi di Jatim menjadi kekuatan ekonomi yang bisa mendorong pelaku koperasi, UKM dan IKM yang tangguh” ujarnya.

Kendati demikian, Kepala Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Prov. Jatim Mas Purnomo Hadi melaporkan, kegiatan Puncak Acara Hari Koperasi Ke-72 Provinsi Jatim Tahun 2019 dan KUKM Expo Ke-7 Tahun 2019 bertema “Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0”.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan telah dilakukan untuk menyemarakkan Hari Koperasi Ke-72 Provinsi Jatim. Antara lain Lomba Koperasi dan UKM Berprestasi, Lomba Uji Kompetensi Kopwan Syariah, Lomba Rencana Bisnis Start Up Koperasi Mahasiswa (KopMa), Gelar Kreasi Pemuda Koperasi.

“Selain itu juga diadakan Lomba Karya Tulis dan Talkshow Perkoperasian, Sarasehan Perkoperasian, Wayang Kulit. Juga dilakukan Bedah Rumah sebanyak 5 unit di Sampang dan Pamekasan dalam rangka Peduli Koperasi yang dilakukan oleh Koperasi Syari’ah NURI Jawa Timur,” kata Purnomo.

Dalam acara ini, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Provinsi (Dekopinwil) Jatim dengan 37 perguruan tinggi negeri/swasta (PTN/PTS). Perguruan Tinggi yang mewakili adalah Universitas Islam Lamongan dan Universitas 17 Agustus 1945. Serta dilakukan perjanjian kerjasama tentang integrasi bisnis antara Bank Jatim dengan PT. Dompet Anak Bangsa (Go Pay).

Seusai menyampaikan laporan, Kepala Dinkop dan UKM Prov. Jatim menyerahkan 6000 paket sembako pada 6 kabupaten kantong kemiskinan di Jatim yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan dari Kabupaten Jember, Probolinggo, Sumenep, Sampang, Lamongan, dan Bojonegoro. [DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana