Sosialisasi dan Edukasi Branding Produk UMKM Via Medsos

Tim KKN Kedung Cowek bersama dosen pembimbingnya setelah acara penyuluhan. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Kuliah Kerja Lapangan (KKN) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Tematik Ke-60 Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya kali ini fokus pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya dilaksanakan di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya pada 2 Juli – 27 Juli 2019.

UMKM Kerang Bunda, salah satu UMKM unggulan Surabaya menjadi pusat pemberdayaan KKN UNAIR Surabaya. UMKM Kerang Bunda memiliki berbagai produk olahan kerang dan hasil nelayan. UMKM tersebut sudah mengantongi izin baik dari tingkat kota maupun provinsi. Namun, dalam tingkat nasional (BPOM nasional), masih proses pengajuan untuk sertifikasi layak ekspor produk.

“Berdasar survei, kami mendapatkan kalau pemilik UMKM memerlukan bantuan tenaga untuk packing, desain label dan kemasan, pembukuan, pembuatan logo, serta pemasaran. Lalu, penjualan produk UMKM tersebut menggunakan prinsip konsinyasi (pemilik produk menitipkan barangnya ke penyalur untuk dijual di tokonya),” ungkap Davin Rianda, koordinator KKN saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id di Kampus Unair, Selasa (6/8/2019).

Davin mengungkapkan, menurutnya UMKM Bunda Keran sudah bisa dibilang maju karena produk camilan sudah dipasarkan di beberapa tempat baik offline maupun online. Namun, setiap UMKM pasti perlu adanya inovasi perkembangan entah di produknya, pemasaran, dan lain-lain.

Terdapat lima program kerja yang dilaksanakan KKN Kedung Cowek. Yakni, sosialisasi pada penduduk mengenai racun pada ikan setelah diolah pada warga, memasarkan produk secara online, inovasi produk baru, membuat katalog, dan aktif mengikuti bazar.

“KKN Kedung Cowek juga membantu pemasaran dan branding produk UMKM Kerang Bunda dengan pemasaran secara offline, yaitu dengan mengikuti penyelenggaraan event dan di pusat oleh-oleh Surabaya,” ujarnya.

Selain itu, pengembangan pemasaran dengan membuat video produksi, yang mana akan di-upload pada sosial media instagram dengan tujuan untuk menarik konsumen dengan lebih mendunia.

“Termasuk menarik konsumen dengan lebih mendunia. Branding juga dilakukan dengan pembuatan katalog produk yang didesain secara apik oleh tim KKN,” kata Davin.

Ia menjelaskan, bahwa tidak hanya fokus pada branding produk (bidang ekonomi), KKN Kedung Cowek juga memberdayakan UMKM dalam bidang lain. Yakni, kesehatan dan pendidikan. Davin juga berharap UMKM Kerang Bunda tetap aktif dan terus berinovasi untuk membuat suatu produk yang lebih unik.

”Harapan saya, warga setempat terinspirasi oleh UMKM-UMKM di Surabaya untuk aktif dan berinovasi membuat UMKM-UMKM lainnya yang unik dan belum ada,” tutup Davin.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana