Harga Cabai Rawit di Surabaya Masih Melambung Tinggi

Kadis Disperindag Jatim, Drajat Irawan saat melaksanakan operasi pasar di Pasar Wonokromo bersama dengan Bulog Divre Jatim. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Harga cabai Rawit di Surabaya masih belum menunjukkan angka penurunan yang spesifik, bahkan menjelang hari raya Idul Adha 2019 ini. Kepala Badan Pusat Statistik, Teguh Pramono menyatakan bahwa selama Juli 2019 komoditas cabai rawit ini, mengalami perubahan harga hingga mencapai 128,71 persen.

“Cabai rawit ini memang bisa jadi karena permintaan meningkat tapi belum musim panen, sehingga pasokannya juga masih belum banyak. Selain itu, mungkin juga karena faktor cuacanya ada yang cocok terlalu panas,atau terlalu dingin sehingga mempengaruhi produktivitas cabai rawit,” ungkap Teguh, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di Gedung BPS, Senin (5/8/2019).

Teguh mengungkapkan, saat ini Dinas Pertanian Jatim sedang berupaya agar produk holtikultura ini bisa bereproduksi setiap bulan dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan saat itu, dan ketersediaan komoditas tidak terganggu.

Menurutnya, yang selama ini terjadi yakni jika belum masuk musim panen, kebutuhan meningkat dan pasokan kurang menyebabkan tajamnya kenaikan harga cabai. Sebaliknya, saat musim panen melimpah, harga cabai rawit bisa hancur dan petani merugi.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia di Jawa Timur Nanang Triatmoko mengatakan, menjelang hari raya Idul Adha memang ada kenaikan permintaan, hanya saja kenaikan tersebut tidak diimbangi dengan volume produksi.

“Bulan ini volume cabai akan naik karena memasuki awal panen, tetapi kenaikan belum bisa menyamai permintaan. Karena itulah, harga cabai rawit di tingkat petani saat ini masih tinggi sekitar Rp 70.000 hingga Rp 72.000 per kilonya,” ujarnya.

Menanggapi kenaikan harga cabai ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Jatim bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jatim, mengadakan operasi pasar yang dilakukan di Pasar Tambakrejo dan Wonokromo Surabaya. Bulog gelontorkan cabai rawit antara 50-70 kilogram setiap kali operasi pasar di dua lokasi pasar tersebut.

“Hari ini kami operasi di Pasar Tambakrejo dan Wonokromo. Kami berharapnya, dengan operasi ini harga cabai bisa berangsur turun. Kegiatan ini digelar, juga atas instruksi dari Gubernur Jawa Timur tentang pelaksanaan operasi pasar sebagai upaya penurunan harga cabai,” kata Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan.

Kendati demikian, Wakil Kepala Bulog Divre Jatim Fachria Latuconsina menjelaskan, operasi pasar akan dilakukan hari Rabu dan Jumat tiap pekan. “Kami pastikan, operasi pasar ini akan terus dilakukan sampai harga cabai rawit di Jawa Timur kembali stabil,” tutup Fachria.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana