Impor Jatim Anjlok Lagi

Impor Jawa Timur bulan Juni 2019 kembali mengalami penurunan sebesar 24,17 persen dibandingkan bulan Mei, yaitu dari 2,06 miliar menjadi 1,56 miliar dolar AS: FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Impor Jawa Timur bulan Juni 2019 kembali mengalami penurunan sebesar 24,17 persen dibandingkan bulan Mei, yaitu dari 2,06 miliar menjadi 1,56 miliar dolar AS. Kondisi yang turun ini ditunjukkan oleh kinerja impor nonmigas maupun migas yang sama-sama mengalami penurunan.

“Impor migas bulan Juni 2019 ke Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 5,53 persen, dari  416,89 juta dolar AS menjadi 393,83 juta dolar AS. Sedangkan impor nonmigas turun sebesar 28,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 1,64 miliar dolar AS menjadi 1,17 miliar dolar AS,” ungkap Teguh Pramono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) saat ditemui reporter Sureplus.id di gedung BPS, Rabu (31/7/2019).

Teguh mengungkapkan, pada Juni 2019 golongan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84) merupakan komoditi utama impor Jawa Timur, dengan nilai transaksi sebesar 115,69 juta dolar AS, turun sebesar 39,90 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 192,51 juta dolar AS. Kelompok barang ini mempunyai peranan 9,89 persen dari total impor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan utamanya diimpor dari Tiongkok sebesar 39,20 juta dolar AS.

Kelompok barang yang menduduki peringkat kedua adalah golongan Besi dan Baja (HS 72) yang menyumbang nilai impor sebesar 7,88 persen atau 92,90 juta dolar AS. Golongan komoditas ini utamanya berasal dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar 27,96 juta dolar AS selama Juni 2019.

Peringkat ketiga, barang masuk ke Jawa Timur adalah Golongan Plastik dan Barang dari Plastik (HS 39) yang menyumbang nilai impor sebesar 86,69 juta dolar AS atau mencapai 7,41 persen. Golongan komoditas ini utamanya berasal dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar  19,79 juta dolar AS selama Juni 2019.

“Kalau melihat menurut negara asal barang impor, maka Tiongkok tercatat sebagai negara asal barang yang masuk Jawa Timur selama Juni 2019 baik diantara negara-negara Asia maupun dunia dengan peranan sebesar 29,46 persen,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, impor dari Amerika Serikat dan Thailand yang memberikan kontribusi pada pasar impor sebesar 9,58 dan 6,41 persen. Nilai impor dari Tiongkok Juni 2019 sebesar 344,58 juta dolar AS, diikuti impor dari Amerika Serikat sebesar 112,01 juta dolar AS serta dari Thailand sebesar 75,02 juta dolar AS.

“Dari kelompok negara Uni Eropa, bulan Juni sebesar 100,45 juta dolar AS atau turun sebesar 26,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor terbesar dari kawasan ini berasal dari Jerman sebesar 28,24 juta dolar AS atau dengan peranan sebesar 2,41 persen. Diikuti dari Belanda sebesar USD 21,78 juta atau berkontribusi sebesar 1,86 persen,” kata Teguh.

Kendati demikian, kelompok negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditi nonmigas ke Jawa Timur selama Juni 2019, yaitu mencapai 197,57 juta dolar AS atau turun sebesar 18,00 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Di kawasan ASEAN, Thailand menjadi negara utama asal impor dengan nilai 75,02 juta dolar AS atau sebesar 6,41 persen dari total impor, selanjutnya diikuti Malaysia sebesar 53,73 juta dolar AS dengan peranan sebesar 4,59 persen,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana