Emil Dardak Dukung Pembangunan High Rise Property di Jatim

Wagub Emil menerima cinderamata dari Dirut PT PP Property Tbk Taufik Hidayat. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memberi dukungan terhadap pembangunan hunian vertikal atau high rise property di Jatim. Hal ini, lantaran high rise property menjadi salah satu solusi bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga lebih terjangkau, serta sangat efisien untuk mobilitas masyarakat kedepan yang semakin tinggi.

“Pembangunan hunian memang sudah harus ke arah high rise property. Kebetulan saya pernah menjadi Wakil Presiden Asosiasi Pemerintah Daerah se-Asia Pasifik. Kita bahas mengenai the future of cities rata-rata adalah compact city, agar mobilitas bisa lebih efisien,” ungkap Emil, saat menghadiri Peresmian Tower Caspian, Apartemen Grand Sungkono Lagoon Surabaya, Senin (22 /7/2019).

Emil mengungkapkan, pentingnya membangun high rise property, yang salah satu contohnya adalah apartemen ini sangat tepat bagi kota-kota besar, khususnya Surabaya, yang lahannya terbatas, mobilitas masyarakatnya tinggi, serta harga tanah, maupun landed house alias rumah yang juga relatif tinggi.

Ia mencontohkan, semisal untuk lima ratus keluarga bila disebar di landed house, satu orang occupied seratus meter, artinya butuh lahan sekitar 50 hektare (ha). Namun, kebutuhan itu bisa dipenuhi hanya 3,5 ha oleh satu apartemen. Menurutnya, ini adalah bentuk efisiensi ruang yang bagus, karena bisa mengakomodir lebih banyak orang di lahan yang terbatas.

Orang nomor dua di Jatim ini menambahkan, high rise property juga dapat menjadi penyeimbang bagi intensitas kepadatan penduduk di Jatim, yang jumlahnya sekitar 40 juta orang, khususnya yang tinggal dan bekerja di lima kabupaten/kota, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan.

“Kelima daerah itu berkontribusi bagi setengah perekonomian di Jatim. Dengan intensitas yang seperti ini, jika tidak diimbangi dengan pengembangan properti, maka akan stuck, karena tidak ada ruang lagi untuk di develop. Jadi, masyarakat yang memilih high rise property itu memang tepat untuk menuju kota yang lebih produktif,” ujarnya.

Guna mendukung intensitas tersebut,  Emil mendorong kepada para developer properti untuk terus membangun hunian vertikal. Sebab, pemerintah telah memiliki program untuk memadupadankan berbagai wilayah di Jatim dengan sistem transportasi publik, untuk memfasilitas mobilitas penduduk agar lebih efisien.

“Contohnya, Kota Surabaya, yang akan dibangun Surabaya Eastern Ring Road (SERR). Ini akan menjadi bagian dari proyek yang disebut Gerbangkertasusila. Yaitu Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan, ini akan menjadi megapolitan-nya Jatim,” kata Emil.

Diakhir sambutannya,  Emil berpesan kepada developer Grand Sungkono Lagoon, yakni PT. PP Properti untuk terus menjalin sinergi bersama pemerintah, khususnya dalam mengembangkan hunian di lokasi yang strategis, khususnya yang dekat maupun mudah menjangkau transportasi publik.

“Kedepan, kita bisa bersinergi bagaimana arah pengembangan-pengembangan strategis kedepannya, misalnya kalau di dalam wilayah Surabaya Metropolitan, tentu arahnya adalah high rise, kemudian kalau mau landed house di mana, dan bagaimana sokongan atau dukungan dari transportasi publik yang memadai,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. PP Properti Tbk, Taufik Hidayat menyampaikan, Jawa Timur memiliki posisi penting bagi perusahaannya. Pasalnya, dari 24 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia, sebanyak 7 proyek diantaranya dibangun di Jatim, khususnya Surabaya.

“Dari sisi kontribusi revenue pada Tahun 2018, Jatim berkontribusi sebanyak 40 %. Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov Jawa Timur yang telah memberikan kelancaran bagi kami dalam berinvestasi,” ucap Taufik.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana