Khofifah Dorong UKM dan IKM Jatim Manfaatkan Fasilitas Pusat Logistik Berikat

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menerima audiensi dari direksi PT SIER untuk memudahkan impor bahan baku UKM dan IKM dari luar negeri. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi dari direksi PT SIER di Kantor Gubernur Jatim. Dalam rangka memudahkan pelaku UKM dan IKM Jatim dalam menjalankan usahanya, kini para pelaku UKM dan IKM yang membutuhkan bahan baku impor akan mendapatkan bantuan khusus. Hal ini, lantaran salah satu BUMD Pemprov Jatim yaitu PT. PWU bekerjasama dengan PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) telah melakukan diversifikasi usaha dengan mendirikan  Pusat Logistik Berikat (PLB) .

“Diversifikasi pembangunan  PLB di SIER yang pertama sudah mulai beroperasi  hari ini yakni dengan adanya Pusat Logistik Berikat (PLB) di lahan seluas sekitar 5 hektar,” ungkap Khofifah, saat menerima audiensi dari direksi PT. SIER di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Sabtu (20/7/2019).

Khofifah mengungkapkan ,dengan adanya PLB ini pelaku UKM dan IKM akan  makin dimudahkan, karena tak perlu lagi mengimpor dan membayar kepabeaan secara langsung saat membutuhkan bahan baku dari luar negeri. Melainkan melakukan pembayaran saat barang keluar dari PLB. Dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.

Hal ini lantaran PLB memungkinkan untuk dijadikan sebagai gudang barang impor. Sehingga, para UKM dan IKM yang komponen produksinya berbahan baku impor dipersilahkan membayar kepabeaan saat barangnya keluar dari gudang.

“Para pengusaha UKM maupun IKM bisa memanfaatkan peluang ini karena mereka tidak harus mengimpor dan membayar di kepabeanan secara langsung, sehingga mereka bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, diversifikasi yang kedua yakni titik-titik di lini depan SIER juga akan diubah menjadi pusat perkantoran yang berstandart internasional.  Dirinya berharap, desain pembangunannya harus diperhatikan seiring makin meningkatnya kebutuhan perkantoran modern. Selain itu, juga bisa terkoneksi secara digital  dengan berbagai jaringan bisnis dalam dan luar negeri.

“Jadi kira-kira SIER akan menjadi pusat perdagangan  yang lebih modern , kalau di Jakarta konsepnya seperti di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). Desain arsitektur dan tata ruang  SCBD menunjukkan kelasnya sebagai pusat bisnis bertaraf internasional. Oleh sebab itu saya meminta pembangunan perkantoran baru PT. SIER nanti bisa dibangun  berkelas dunia sementara pengembangan industrinya lebih banyak dipusatkan di PIER,” kata Khofifah.

Ajak SIER Kembangkan Industri Kulit di Magetan

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga mengajak pihak PT SIER ikut terlibat pengembangan industri kulit di Magetan. Termasuk   pengelolan limbah di Lingkungan Industri Kulit (LIK) yang direncanakan dikembangkan menjadi kawasan industri kulit di Magetan. Apalagi, Direktur Utama PT. SIER merupakan putra asli Magetan.

“Kebetulan Dirut SIER ini orang Magetan,  pengolahan limbah SIER tercatat cukup bagus. Sehingga saya minta SIER dapat melakukan pendampingan baik dalam pengembangan industri kulitnya maupun dalam pengolahan limbanya,” ucapnya.

Terkait hal ini, lanjut Khofifah, pihaknya telah mengusulkan kepada pihak Pemkab Magetan untuk menjadikan LIK milik Pemprov dan LIK milik pemkab tergabung dalam satu kawasan. Dengan demikian, akan terbentuk KIK dengan tetap memprioritaskan pelaku UKM dan IKM  dimana pengolahan limbahnya akan terpusat dan memudahkan kontrol serta monitornya.

“Saya sudah meminta kepada pak Bupati untuk menyiapkan lahan, dan beliau sudah menyanggupi hal ini. Jika Kawasan Industri Kulit ini nanti bisa terbentuk maka tentu sangat mudah mengontrol pengolahan limbahnya,” tutur Khofifah.

Selain itu, pemprov  juga tengah mengembangkan SMK kulit di Magetan sehingga bisa menginisiasi desain-desain baru  berbahan baku kulit . Pengembangan SMK Kulit ini menjadi penting, karena produk-produk kulit sudah masuk 5 besar komoditas ekpsor Jatim.

“Saat ini ekspor olahan kulit belum sampai ke bentuk produk jadinya, oleh sebab itu saya minta  Dirut SIER dapat segera melakukan penjajakan,” tegas Khofifah.

Sementara itu, Direktur Utama PT. SIER Fattah Hidayat menyambut baik tawaran Gubernur Khofifah terkait pengembangan Kawasan Industri Kulit (KIK) di Magetan. Pihaknya, akan segera melakukan survei bekerjasama dengan Pemprov dan Pemkab Magetan. Apalagi, pihaknya telah berpengalaman dalam hal pengolahan limbahnya terutama untuk menjaga lingkungan.

“Awalnya kami pasti akan studi dulu, dan nanti jika di Magetan sudah ada KIK maka SIER akan membantu pengolahan limbahnya. Harapannya hal ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya untuk lingkungan,” ungkap Fattah.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana