Mahasiswa Unair Ajak Masyarakat Surabaya Hapuskan Stigma Negatif Penderita HIV AIDS

Penandatanganan Komitmen Bersama Stop Stigma HIV/AIDS oleh mahasiswa dan kelompok masyarakat. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Mahasiswa kampus UNAIR, yang sedang menjalani Program Kuliah Kerja Nyata (KKN), menggelar talkshow dengan tema HIV/AIDS. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Benowo, Surabaya. Acara itu meliputi pemaparan materi HIV/AIDS, sharing session dan penandatanganan komitmen terhadap stigma HIV/AIDS antara masyarakat dan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Tujuan kami dengan talkshow ini, sudah pasti ingin merubah stigma masyarakat dimana HIV/AIDS. Ini sudah menjadi momok di kalangan masyarakat, sehingga yang bukan pengidap HIV/AIDS tidak menjauhi orangnya, tapi menjauhi penyakitnya,” ungkap Dimas Abdullah Marha Putra, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR yang juga merupakan ketua KKN-IPE bidang HIV/AIDS, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di lokasi usai acara, Sabtu (20/7/2019).

Dimas mengungkapkan, ODHA juga tidak keberatan untuk menceritakan bagaimana perjuangan mereka melawan penyakit mematikan tersebut. Ia menceritakan bahwa ia memiliki teman wanitanya, yang positif menderita penyakit tersebut, namun tidak menular pada anak-anaknya.

Ia menjelaskan, dari talkshow tersebut masyarakat bisa mengetahui bahwa dalam kasus seperti itu tidak menutup kemungkinan, apabila anak-anak yang dillahirkan juga membawa penyakit HIV/AIDS. Pada acara tersebut, Dimas bersama peserta dan pemateri yang hadir, yakni Danramil Benowo, Camat Benowo dan Kapolsek Benowo melaksanakan penandatanganan komitmen terhadap stigma HIV/AiDS.

“Harapan kami kedepan, yaitu masyarakat dapat merubah stigma terhadap HIV/AIDS, karena penyakit itu sebenarnya tidaklah mudah tersebar virusnya. Selalu ingat untuk jauhi penyakitnya, jangan jauhi orangnya,” ujarnya.

Tidak hanya aparat keamanan yang hadir dalam talkshow tersebut, Dr Lolita Riahmawati selaku Kepala Puskesmas Sememi bersama Dr Erwin Astha Triyono selaku staff ahli bidang HIV/AIDS Kementrian Kesehatan RI, juga turut hadir dalam acara tersebut.  Sebelumnya juga, dari puskesmas Sememi juga Dimas melakukan penggalian data.

“Jadi disana kita melakukan penggalian data dan identifikasi masalahnya berdasarkan data yang diperoleh dari puskesmas dan wawancara dengan masyarakat itu sendiri. Masyarakat yang ikut talkshow ini juga adalah Warga Peduli AIDS (WPA),” tutup Dimas.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana