Gubernur Jawa Timur Rencanakan Kembali Pengurangan Angka Kemiskinan di Jawa Timur 

Gubernur Khofifah Indar Parawansa berikan sambutan dan paparan pada pembukaan bimbingan dan pemantapan pendamping dan operator jaminan sosial lanjut usia di hotel Mercure. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengklaim bahwa angka kemiskinan di Jawa Timur menurun. Ia menyatakan, bahwa pola cashless atau e-money yang digunakan dalam penyaluran bantuan PKH pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), termasuk penyaluran PKH plus saat ini yang merupakan  salah satu latar belakangnya.

“Bu menteri BUMN menyampaikan ternyata pola yang kita lakukan secara cashless ini untuk mendistribusikan bantuan PKH kepada keluarga penerima manfaat, hari ini dipakai referensi Bank Dunia untuk seluruh dunia yang menggunakan social security system mengikuti pola yang dilakukan Indonesia,” ungkap Khofifah, saat menyampaikan sambutan di acara Pembukaan Bimbingan dan Pemantapan Pendamping dan Operator Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Jaminan Sosial Lanjut Usia Tahun 2019 di Hotel Mercure, Jumat (19/7/2019).

Khofifah mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pembahasan dengan Deputi dan Direktur di Bappenas serta Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TP2NK) guna mencari tahu indikator penurunan kemiskinan yang signifikan pada 6 bulan terakhir. Sehingga, dapat diketahui formula penurunan  angka kemiskinan secara konsisten di Jatim.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Prov. Jatim Dr. Sukesi, Apt. MARS menyampaikan, program ini merupakan perwujudan Nawa Bhakti Satya, khusunya pada sisi Jatim Sejahtera. Dan program tersebut baru pertama kali diadakan di Jawa Timur.

“Diperlukan adanya penguatan kapasitas bagi pelaksana teknis di tingkat kabupaten,” ujar Sukesi.

Ia menjelaskan, maksud dari diselenggarakannya Bimbingan dan Pemantapan Pendamping dan Operator PKH Plus Jaminan Sosial Lanjut Usia Tahun 2019 sebagai upaya untuk memberi penguatan dan pemahaman tentang mekanisme dan pelaksanaan program.

Sedangkan tujuannya, sebut Sukesi adalah menyampaikan informasi mengenai prosedur dan tata laksana serta pendampingan dalam pelaksanaan program PKH Plus. “Tujuannya agar dapat sampai kepada seluruh pelaksana teknis di seluruh kabupaten di Jawa Timur,” terangnya.

Acara Bimtap Pendamping dan Operator PKH Plus Jaminan Sosial Lanjut Usia Tahun 2019  diikuti 1.082 peserta, koordinator PKH plus 16 orang, operator PKH plus 10 orang, dan pendamping PKH plus sebanyak 1.056 orang. Bimtap ini dilakukan selama dua gelombang, pertama 16-17 juli 2019, dan kedua 18-19 Juli 2019.

“Ini adalah angkatan yang pertama, nanti angkatan yang kedua dimulai pada tanggal 18-19 Juli,” tutup Sukesi.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana