Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Zhenghe ke-5

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bersama Wakil Gubernur Jatim dan Forkopimda membuka acara konferensi Internasional Zhenghe ke-5

SURABAYA-SUREPLUS: Provinsi Jawa Timur kembali memperoleh kesempatan menyelenggarakan kegiatan bertaraf internasional. Kali ini, Jatim menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Internasional Zhenghe ke-5 Indonesia dan Tiongkok  bertemakan “Berbagi Nilai dalam Agama, Budaya dan Masyarakat”.

Pembukaan konferensi Internasional Zhenghe ke-5 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di JX International Convention  Exhibition. Sedangkan konferensinya, akan diselenggarakan di UIN Sunan Ampel Surabaya.

“Pesannya adalah masyarakat senantiasa untuk membangun kedamaian bagi semua umat manusia di bumi ini,” ungkap Khofifah saat membuka Konferensi Internasional Zhenghe di JX International Convention Exhibition, Kamis (18/7/2019).

Khofifah mengungkapkan,  Konferensi Zhenghe menjadi momentum memperkukuh rasa persaudaraan dan persatuan sebagai sebuah bangsa. Selain itu, momen tersebut juga untuk membuka persepsi tentang bagaimana menjaga kedamaian di tengah keberagaman, khususnya di Indonesia.

Ia juga menjelaskan, dengan adanya konferensi ini, maka diharapkan perspektif masyarakat tentang Tionghoa terbangun lebih luas dan cerah. Tujuan akhirnya adalah untuk terciptanya kedamaian satu sama lainnya.

“Selain menjaga perdamaian, kita juga sudah seharusnya menjaga martabat kemanusiaan, apalagi sebagai masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Turut hadir pada acara tersebut Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar, dan beberapa Kepala OPD di Lingkungam Setdaprov Jatim.

Konferensi Zhenghe sendiri menghadirkan 12 narasumber dari luar negeri dan diikuti oleh 58 peserta. Termasuk komunitas muslim tionghoa dari 12 negara. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan Anugerah Peace Award ke Almarhum Gus Dur. Penghargaan diterima oleh Shinta Nuriyah Wahid. Diberikannya penghargaan tersebut karena Gus Dur dianggap sebagai tokoh yang menghargai keberagaman.

“Secara keseluruhan komunitas muslim Tionghoa yang berasal dari 12 negara dipastikan hadir,” tutup Khofifah.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana