Kenaikan NTP di Jatim Masih Belum Capai Satu Persen di Pertengahan Tahun

Nilai Tukar Petani Jawa Timur pada  bulan Juni 2019 naik sebesar 0,51 persen dari 107,66 menjadi 108,20. FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani di daerah perdesaan adalah indikator Nilai Tukar Petani (NTP). Nilai Tukar Petani Jawa Timur pada  bulan Juni 2019 naik sebesar 0,51 persen dari 107,66 menjadi 108,20. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Teguh Pramono, kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur.

“Kenaikan ini, disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib). Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,62 persen dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,11 persen,” ungkap Teguh, saat diwawancarai reporter Sureplus.id via ponsel, Senin (15/7/2019).

Teguh mengungkapkan, jika dibandingkan dengan bulan Juni 2018, perkembangan NTP Bulan Juni 2019 (year‐on‐year) mengalami kenaikan sebesar 2,56 persen. Sedangkan NTP bulan Juni 2019 dibandingkan bulan Desember 2018 (tahun kalender Juni) mengalami penurunan sebesar 0,37 persen.

Menurutnya, dari data perkembangan masing-masing sub sektor pada bulan Juni 2019, ada tiga sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP. Sub sektor yang mengalami kenaikan  NTP terbesar terjadi pada sub sektor Tanaman Pangan sebesar 1,44 persen dari 108,64 menjadi 110,20, diikuti sub sektor Hortikultura sebesar 0,35 persen dari 101,55 menjadi 101,91, dan sub sektor Perikanan sebesar 0,07 persen dari 112,04 menjadi 112,12.

“Indeks harga yang diterima petani naik 0,62 persen dibanding bulan Mei yaitu dari 150,34 menjadi 151,27. Kenaikan indeks ini, disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani pada empat sub sektor pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan indeks harga yang diterima petani tertinggi yaitu sub sektor Tanaman Pangan sebesar 1,53 persen, diikuti sub sektor Hortikultura sebesar 0,50 persen, sub sektor Perikanan sebesar 0,19 persen, dan sub sektor Peternakan sebesar 0,06 persen.

Sepuluh komoditas utama yang menyebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani bulan Juni 2019 adalah gabah, bawang merah, rumput laut, kakao, jagung, cabai merah, ikan swanggi, kol/kubis, buah mangga, dan petai.

“Sedangkan Indeks harga yang dibayar petani, terdiri dari 2 golongan yaitu golongan konsumsi rumah tangga dan golongan biaya produksi dan pembentukan barang modal (BPPBM). Golongan konsumsi rumah tangga dibagi menjadi kelompok makanan dan kelompok non makanan,”kata Teguh.

Sepuluh komoditas utama yang mendorong kenaikan indeks harga yang dibayar petani adalah bekatul, bawang merah, cabai merah, beras, es batu, kelapa tua, umpan, kacang panjang, pelet, dan upah pemeliharaan.

“Dari lima Provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan pada bulan Juni 2019, hanya satu Provinsi yang mengalami kenaikan NTP, yakni di Jatim saja,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana