Mahakarya Tiga Robot Elegan Tim Astrai Mahasiswa Surabaya

TIM robotik UNAIR dari Prodi D3 Otomasi Sistem Instrumentasi saat mengikuti Kontes Robot Indonesia tingkat Nasional di Jawa Tengah pada 20-23 Juni 2019 lalu.

SURABAYA-SUREPLUS: Tim Airlangga Strike Team Robotic and Instrumentation (Astrai) tengah mengembangkan tiga jenis robot sejak awal terbentuk pada 2007. Tiga jenis robot tersebut, yakni Alegro (Airlangga Legged Robot) yang merupakan robot pemadam api berkaki; Ashuro (Airlangga Seni Humanoid Robot) yakni, robot seni tari; dan robot sepak bola beroda bernama Amuros (Airlangga Mobile Robot Soccer).

Baru-baru ini, robot Amuros yang dikembangkan tim Astrai berlaga pada Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti). Tepatnya pada (20-23/6) lalu di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Jawa Tengah.

”Kemarin kita ikut KRI Nasional, namun sayangnya hanya sampai babak penyisihan,” ungkap Farhan sebagai ketua tim Amuros, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di kampus UNAIR, Jumat (12/7/2019).

Farhan mengungkapkan, Amuros sendiri merupakan robot yang dapat bermanuver serta dapat mendeteksi adanya bola. Terdiri atas satu robot kiper dan dua robot striker. Robot striker akan menggiring dan menendang bola ke arah gawang.

Bukan hanya Amuros, Alegro sebagai robot pertama yang dikembangkan tim Astrai juga pernah menyandang prestasi pada kejuaraan robot regional di Institus Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. Robot Alegro memiliki dua detektor untuk mendeteksi api sehingga dapat memadamkan api dengan memindai titik panas api.

”Alegro punya dua detektor, yakni cahaya dan api. Alegro ini sudah beberapa kali di-upgrade,“ tutur Chorihuddin, anggot tim perancang Alegro seraya menunjukkan robotnya.

Sementara itu, Ashuro merupakan robot yang dikembangkan sejak 2009 dengan menerjemahkan suara musik menjadi gerak tarian. Hampir seperti manusia, Ashuro dapat menggerakan seluruh tubunya.

”Jadi, benar-benar seperti manusia sungguhan yang menari,” ujar Chorihuddin.

Sejak terbentuk, tim Astrai mendapat dukungan dari UNAIR, terutama Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR. Bentuk dukungan tersebut berupa pendanaan untuk riset pengembangan robot serta sebuah ruangan sebagai laboratorium untuk pengembangan robot.

Dari hasil kompetisi pada Kontes Robot Indonesia (KRI) kemarin, tim Astrai mengaku mendapat banyak pelajaran berharga untuk mempersiapkan kompetisi robot berikutnya agar lebih baik.

“Tahun depan kita sudah mempersiapkan untuk juara. Karena, kita sudah sedikit banyak belajar. Kurangnya apa, mampunya di mana, sepertinya untuk KRI regional tahun depan kita bisa juara,” tutup Farhan.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana