Proyek Underpass Jalan Ahmad Yani akan Dilanjutkan Pemkot Surabaya

Underpass Mayjend Sungkono yang pertama kali ada di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Kota Surabaya kabarnya akan melanjutkan proyek underpass di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Wacana tersebut, sebenarnya sudah ada sejak tahun 2016 lalu dan akan dibangun pada tahun 2017 oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII. Namun proyek tersebut belum bisa terlaksana, dan akan mulai pengerjaannya tahun ini dengan target selesai pada tahun 2020 mendatang.

“Underpass (Ahmad Yani) sudah dalam kajian kita. Insya Allah kita juga akan melakukan kajian-kajian di titik yang macet dan akan kita carikan solusi,” ungkap Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi saat sesi wawancara di gedung Humas Pemkot Surabaya, Senin (8/7/2019).

Eri mengungkapkan, ia tentunya membutuhkan pengertian dari masyarakat Surabaya apabila proyek tersebut akan menimbulkan kemacetan lalu lintas saat dimulai pengerjaannya. Ia berdalih,kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya itu disebut untuk kepentingan masyarakat umum.

Hal tersebut, lantaran dengan adanya underpass di Jalan Ahmad Yani tersebut, kemacetan yang sering terjadi di Bundaran Dolog akibat persimpangan kendaraan yang melaju dari arah sidoarjo menuju jalan Jemursari, Surabaya bisa terurai. Menurutnya, jika proyek tersebut tak dilakukan sekarang, maka dampaknya akan semakin besar.

“Proyek underpass ini akan dibangun menggunakan APBN dengan anggaran awal Rp.350 miliar, namun jumlahnya ditekan menjadi Rp 273 miliar dengan masa pengerjaan selama kurang lebih 2,5 tahun,” ujarnya.

Underpass Ahmad Yani ini terdiri dari dua jalur denhan panjang mencapai 860 meter dengan kedalaman 8 meter. Dari yang direncanakan, underpass dimulai sebelum lampu lalu lintas arah jalan Jemursari dan berakhir di depan frontage jalan Ahmad Yani, Surabaya.

“Jalan Ahmad Yani dulu direncanakan untuk underpass pertama di Surabaya. Tapi sudah ada undepass pertama Surabaya di jalan Mayjend Sungkon, yang resmi beroperasinya 31 Mei 2019 kemarin,” tutup Eri.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana