Khofifah: Porprov Jatim VI Menyatukan Jatim Menuju Pentas Dunia

Gubernur Jatim dan Wagub Jatim hadiri opening ceremony PORPROV Jatim ke VI di Stadion Surajaya Lamongan

SURABAYA-SUREPLUS: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI dapat menyatukan Jatim untuk menuju pentas dunia, khususnya perhelatan olahraga tingkat dunia. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI Tahun 2019 yang dihelat di Stadion Surajaya, Kab. Lamongan. Ini sesuai dengan tema yang diangkat Porprov Jatim VI yaitu, Jawa Timur Menembus Dunia dan slogan Atlet Millenial Jawa Timur Menuju Prestasi Puncak.

Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya mengeluarkan Keputusan Gubernur Jatim mengenai penyelenggaran Porprov Jatim untuk dilaksanakan dua tahun sekali. Bahkan sudah diputuskan pada Porprov Jatim mendatang yang menjadi tuan rumah adalah daerah tapal kuda. Yaitu Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang.

“Langkah ini ada karena rekomendasi dari banyak bupati. Dari rekomendasi, intensitas pelatihan, menambah saraba prasarana dan penggunaan teknologi keolahragaan, perlu ditingkatkan untuk menyiapkan para atlet agar bisa tembus dunia sesuai dengan tema Porprov Jatim VI,” ungkap Khofifah saat memberikan sambutan di lokasi, Senin (8/7/2019).

Khofifah mengungkapkan, dirinya juga meminta agar event olahraga tingkat provinsi tersebut bisa dilaksanakan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan obyektivitas. Menurutnya, ini merupakan suati penguatan bagi masyarakat. Membangun persatuan, membangun persaudaraan.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Porprov merupakan event olahraga terbesar di Jatim. Keikutsertaan seluruh atlet, pelatih, official, dan didukung seluruh kepala daerah menjadi bukti gelaran event tersebut. Jika Porprov VI diselenggarakan berjarak 4 tahun, maka ke depannya Porprov Jatim diputuskan 2 tahun sekali.

“Acara ini akan dimulai dari pekan olahraga tingkat desa, tingkat kabupaten/kota, hingga tingkat provinsi. Harapannya, jika dilaksanakan mulai dari tingkat desa, maka pergerakan masyarakat di setiap desa di Jatim akan bergerak ke arah produktifitas, dan sportivitas,’ ujarnya.

Ia juga berharap, dari Porprov VI ini bisa melahirkan atlet-atlet Jawa Timur yang bisa membawa  harum nama Bangsa Indonesia di pentas dunia. Selain itu, ajang tersebut juga diharapkan dapat menggerakkan seluruh sektor kehidupan, persaudaraan, sosial, seni, budaya,  pariwisata, UKM , IKM dan lain sebagainya.

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung menyampaikan, bahwa Porprov Jatim VI ini diselenggarakan di 4 kabupaten. Yaitu Kab. Lamongan, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, dan Kab. Gresik. Pembukaannya dilaksanakan 6 Juli 2019 dan ditutup 13 Juli 2019.

“Ada 43 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Gresik menggelar 9 cabor, Lamongan 10 cabor, Bojonegoro 12 cabor, dan Tuban sebanyak 12 cabor,” tuturnya.

Adapun tema yang diusung yakni Jawa Timur Menembus Dunia. Dengan slogan Atlet Millenial Jawa Timur Menuju Prestasi Puncak. Dijelaskan, batasan atlet yang mengikuti Porprov Jatim yakni 16-21 tahun. Jumlahnya terdapat 7.818 atlet dan 2.484 official. “

“Totalnya 10.302 personil. Jumlah nomor yang dipertandingkan sebanyak 525 nomor. Porprov kali ini terbesar yang ada di Indonesia,” tutup Khofifah.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana