PSM ITS Pamit Sebelum Berkompetisi di Italia

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan berjuang di ajang The 3rd Leonardo da Vinci International Choral Festival. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan berjuang di ajang The 3rd Leonardo da Vinci International Choral Festival pada 9-12 Juli 2019 mendatang. Tim di bawah binaan Dr Ing Ir Bambang Soemardiono ini pun melakukan penampilan terakhir di Gedung Rektorat dentgan membawakan tiga buah lagu, sebelum bertolak ke Firenze, Italia.

“Saya hanya bisa berharap anak-anak muda berbakat ini bisa mengharumkan nama Indonesia, khususnya ITS karena ITS sudah terkenal dengan tradisi juaranya. Semoga mendapatkan yang terbaik,” ungkap Ir Mas Agus Mardiyanto,  Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sarana Prasarana ITS saat sesi wawancara di lokasi, Senin (8/7/2019).

Bukan sekali dua kali, keikutsertaan PSM ITS dalam kompetisi internasional sudah tidak perlu diragukan lagi. Sejak 2010, PSM ITS telah melelang buana ke beberapa negara seperti Korea Selatan, Spanyol, Tiongkok, Inggris, dan Italia.

Khusus kali ini, merupakan kali ketiga PSM ITS berkompetisi ke Italia, namun di ajang dan kota yang berbeda dengan sebelumnya.

Selain itu, dosen Departemen Arsitektur ITS Bambang Soemardiono mengatakan, rombongan PSM ITS dengan konduktor Budi Susanto Yohanes akan berangkat dengan total 35 orang. Rombongan akan bertolak pada Sabtu 6 Juli 2019 mendatang.

“Nanti kita akan mendarat di Roma dan masih memiliki dua hari persiapan sebelum kompetisi resmi dimulai,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, sejauh ini PSM ITS memiliki sejarah baik dalam mengukir berbagai prestasi. Tercatat, imbuhnya, prestasi terbaik PSM ITS di kompetisi yang digelar di Benua Eropa adalah juara kedua dan terburuk adalah juara ketiga. Kendati demikian, ia menyayangkan PSM ITS sampai saat ini belum pernah meraih gelar juara pertama di Eropa.

Ia juga mengakui  bahwa ada beberapa lawan yang terkenal tangguh. Misalnya saja peserta yang berasal dari Korea Selatan dan Tiongkok. Menurutnya, pesaing tersebut merupakan kompetitor yang cukup sulit, namun PSM ITS optimistis bisa memberikan yang terbaik sepulangnya nanti dari Italia.

“ITS akan membawakan total 12 buah lagu yang terdiri dari tiga lagu folklor, dan sisanya adalah lagu-lagu klasik. Kebetulan sesuai dengan kategori yang diikuti yakni mix youth, folklor, dan sacred,” ucap Bambang.

Guna menambah kualitas di panggung, PSM ITS akan mengenakan dua jenis kostum yakni kostum bertema klasik dan etnik. Untuk kostum etnik, mereka menggunakan kain tradisional khas Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ia berdalih, tim binaannya ini memiliki suara yang khas dan juga dinamika yang bagus. Persiapan yang telah dilakukan satu tahun terakhir dirasanya akan cukup untuk bisa menampilkan yang terbaik di kompetisi.

“Mohon doanya saja dari seluruh sivitas akademika ITS,” tutup Bambang.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana