Mahasiswa Unair Gandeng Remaja Deklarasi Anti Narkoba Bersama BNNP

Para pembicara dalam acara sosialisasi anti narkoba di Gedung Aula Kantor Kecamatan Tandes, Kota Surabaya. Sosialisasi digagas oleh mahasiswa Universitas Airlangga bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Mahasiswa Universitas Airlangga beserta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengadakan acara sosialisasi dan deklarasi anti narkoba yang dilaksanakan mengundang ratusan remaja yang tergabung dalam organisasi karang taruna se Kecamatan Tandes. Dalam acara itu, Jihan Khalisa dari Fakultas Kedokteran Unair memaparkan materi mengenai narkoba secara umum dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

“Kerugian negara akibat narkoba di tahun 2017 mencapai angka 84,7 triliun rupiah, ini merupakan angka terbesar yang merugikan negara,” ungkap Jihan, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di Gedung Aula Kantor Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Minggu (7/7/2019)

Jihan mengungkapkan, acara sosialilisasi itu sekaligus memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2019 yang jatuh pada hari Rabu, 26 Juni 2019 lalu dengan tema ‘Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas’.

Tidak hanya para pembicara dari BNNP dan Unair, acara ini menghadirkan pula mantan pecandu narkoba, Dian Wasita. Dian mengajak para remaja untuk tidak menggunakan NAPZA agar tidak terjerumus seperti dirinya. Dian berhasil pulih dengan semangat dan motivasi yang muncul dari dirinya. Dan kini, ia menjadi relawan anti narkoba di BNNP Jatim.

“Jangan sekali-kali mencoba, karena akan merusak dan menghancurkan kehidupan anda,” ujarnya.

Dalam sosialisasi ini, kegiatan tersebut termasuk dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inter Profesional Education (IPE), Universitas Airlangga merupakan gabungan dari beberapa fakultas dengan latar belakang kesehatan. Fakultas yang terlibat di antaranya kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi, dan psikologi.

KKN IPE ini, merupakan angkatan pertama yang diluncurkan pihak Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) UNAIR. Dalam kelompok topik NAPZA ini, ketua tim yang beranggotakan 22 mahasiswa Helmy Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengajak para remaja berkomitmen menjauhi narkoba. Melalui kegiatan deklarasi seperti ini, Helmy berharap akan tumbuh kader-kader anti narkoba.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jatim M. Satriyono berharap deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni belaka.

“Harus benar-benar menjadi komitmen bersama untuk menanamkan kesadaran anti narkoba kepada masyarakat, khususnya anak-anak remaja,” tutur Satriyono.

Acara ditutup dengan ikrar sumpah narkoba yang dipimpin ketua Karang Taruna Kecamatan Tandes dan diikuti seluruh peserta dan tamu undangan. Kemudian, dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi anti narkoba dan foto bersama sembari mengangkat stiker “STOP NARKOBA”.

“Acara sangat bermanfaat dan berguna, semoga acara ini bisa memotivasi dan menjadi semangat anak-anak remaja Tandes agar tidak menggunakan narkoba dan menjadi contoh bahwa anak remaja Tandes menjadi kader anti narkoba,” tutup Arif, ketua Karang Taruna Tandes.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana