Risma Mulai Terima Kunjungan Setelah Keluar dari RSUD Dr Soetomo

Risma saat menerima kunjungan dari rombongan Lembaga Pertahanan Masyarakat di Ruang Sidang Walikota Surabaya. FOTO: DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Beberapa hari pasca keluarnya ibu walikota Surabaya, Tri Rismaharini dari RSUD Dr Soetomo setelah dirawat kini mulai menerima kunjungan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di ruang sidang Walikota Surabaya. Dalam kunjungan Lemhanas tersebut, hadir perwakilan dari TNI 10 orang, Polri 5 orang, ASN 5 orang, 2 dari organisasi masyarakat dan 2 orang dari Malaysia dan Timor Leste.

Kunjungan itu, dalam rangka Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIX tahun 2019, dan untuk melihat dan mempelajari kesuksesan Pemkot Surabaya dalam membangun kota.

“Semua kita pikirkan sendiri, tidak menggunakan konsultan agar bisa hemat. Mereka yang di pemkot ini diambil dari latar belakang pendidikan yang terkait, kemudian kita optimalkan kemampuan itu menjadi tataran di titik pelaksanaan,” ungkap Risma, saat memberikan penjelasan di Ruang Sidang Walikota Surabaya, Jumat (5/7/2019).

Risma mengungkapkan, puluhan program yang digagas Pemkot Surabaya bertujuan untuk menciptakan keamanan dan menghapus kesenjangan sosial di tengah masyarakat Kota Surabaya, baik pembangunan secara fisik maupun non fisik.

Sementara itu, ketua rombongan kunjungan Irjen Sam Budigusdian menjelaskan, berbagai kesuksesan yang telah diraih Surabaya membuat rombongan Lemhanas merasa puas dan yakin berkunjung ke Surabaya secara langsung. Hal tersebut, lantaran dibawah kepemimpinan Risma Surabaya telah menjadi kota yang disegani dunia.

“Kita mendapat inspirasi yang sangat luar biasa dari seorang Tri Rismaharini, perempuan Indonesia yang tidak hanya dalam tataran retorika, tapi kerja nyata yang sangat luar biasa,” kata Sam.

Ia juga menjelaskan, setelah mendengarkan penjelasan dari Walikota Risma, ternyata masih banyak program-program yang menginspirasi dan perlu dipelajari dari Surabaya. Salah satunya yakni tentang pemerintahan yang terintegrasi.

“Dalam bahasa kami, ini demi mewujudkan ketahanan nasional,” tutup Sam.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana