Risma Banggakan RTH Surabaya Saat Kunjungan UCLG Aspac Ke Surabaya

Sekjen UCLG Aspac, Bernadia Irawati Tjandradewi bersama jajaran pemkot Surabaya saat berkunjung ke Taman Ex Incinerator Keputih.

SURABAYA-SUREPLUS: Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pahlawan, merupakan contoh untuk banyak kota di luar negeri yang  menginginkan kotanya semakin hijau dan ramah lingkungan. Hal tersebut ditunjukkan oleh walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat salah satu perwakilan United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasifik (Aspac) berkunjung ke Surabaya.

“Upaya pemkot Surabaya menyediakan ruang publik bagi masyarakat menarik minat banyak negara. Memang Surabaya itu sudah menjadi inspirasi untuk kota-kota besar di dunia. Banyak sekali yang sudah dengar soal Surabaya,” ungkap Bernadia Irawati Tjandradewi, Sekjen UCLG Aspac saat mengunjungi Taman Ex Incinerator di Keputih Surabaya, Selasa (18/6/2019).

Bernadia mengungkapkan, di berbagai negara besar ruang publik seperti taman sudah sangat jarang ditemui ditengah kota. Karena itu, pihaknya sangat mendukung langkah pemkot Surabaya menyediakan ruang publik bagi warga kota.

Tidak sendirian, Bernadia berkunjung ke Surabaya bersama beberapa delegasi. Mereka yakni Fanny Salle, Vice President of the Province Loire Atlantique; Simone Gioventti, Project Officer Cities Unies France and UCLG Aspac Public Space Specialist; dan M. Helmi Abidin, DRR Coordinator UCLG Aspac.

“Tiap saya berkunjung kemari, selalu saja ada hal menarik yang baru meskipun konstruksi taman masih belum selesai seutuhnya. Kalau dilihat dari fingerprint yang ada, idenya termasuk brilian. Mengesankan sekali, ada 70 taman baru yang dibangun tahun ini di Surabaya, karena rata-rata di kota besar itu ada keterbatasan lahan,” ujarnya.

Menurutnya, prioritas pembangunan ruang publik itu tergantung dari kebijakan pemerintah daerah (Pemda) setempat. Ia menjelaskan, mayoritas di kota-kota besar lebih memilih untuk berfokus pada pembangunan mall, namun hal ini berbeda dengan kota Surabaya.

Kendati demikian, Fanny Salle berpendapat bahwa pembangunan ruang publik seperti taman di kota Surabaya sangat bermanfaat untuk masyarakat. Berbagai manfaat, mulai dari kebersihan lingkungan, kesehatan, hingga interaksi dengan orang-orang.

“Bisa menjadi suatu referensi untuk kunjungan dari negara Eropa, agar anak anak kita nanti merasakan kesegaran, dan sangat menarik jika masyarakat Perancis berkunjung segera kemari,” ucap Fanny.

Ia berdalih, keberadaan ruang publik seperti taman dapat berfungsi untuk menyeimbangkan temperature dalam kota. Komitmen Pemkot Surabaya menyediakan taman atau ruang terbuka hijau di tengah kota merupakan langkah yang tepat.

“Tempat seperti ini sangat penting untuk dimiliki anak kita nantinya. Untuk hidup, bersosialisasi, dan temperature kota yang seimbang,” tutup Fanny.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana