Dokter Rumah Sakit Unair Kenalkan Startup Varises di Swiss

dr. Niko Azhari Hidayat (dua dari kanan) pencipta StartUp Varises Indonesia. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Beberapa orang mungkin sudah tidak asing dengan platform bernama Varises Indonesia. Platform ini, merupakan sebuah StartUp yang diciptakan oleh dokter Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) bernama dr. Niko Azhari Hidayat. Varises Indonesia menjadi website rujukan serta solusi dari permasalahan penyakit varises tungkai. Tak hanya sebagai sarana informasi kesehatan, website tersebut juga menjadi media konsultasi masalah varises secara daring (online).

“Meski terbilang StartUp baru di Indonesia, Varises Indonesia tercatat telah menuai prestasi di kancah internasional pada akhir Mei lalu. Tepatnya pada 28-29 Mei 2019, saya menjadi salah satu perwakilan StartUp di Indonesia yang berhasil lolos pada ajang Asean Entrepreneur Training Program (AETP) di Swiss,” ungkap Niko, saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id di Kampus UNAIR, Jumat (14/6/2019).

Niko mengungkapkan, ia bersama dengan dua StartUp lain dari Indonesia, yakni Star4Hire–Jakarta dan UltraCelcius–Yogyakarta,  dr.Niko diundang mengikuti Pitching Battlebersama dengan 200 StartUp dari 22 negara.

Perlu diketahui, Varises Indonesia merupakan program dalam bimbingan Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) Universitas Airlangga. LPBI berkesempatan untuk merekomendasikan beberapa tenant atau StartUp bimbingannya untuk mengikuti AETP nasional di tiga kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Malang sejak 15 Maret 2019.

“Total terdapat 20 peserta StartUp dari ketiga kota tersebut yang mengikuti seleksi dengan melakukan pitching atau presentasi di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Pogram AETP berjalan dalam track training day selama tiga hari. Setelah training daykedua, ketua program AETP yakni Max Weber menyarankan segenap StartUp untuk mengikuti seleksi pada  acara Start Up Day 2019 di Bern, Switzerland pada 28-29 Mei. Keduapuluh peserta AETP yang mengirim Pitchdeck, kemudian diseleksi oleh panitia.

“Persiapannya sebenarnya cukup singkat. Meskipun training sebagai start up di bawah akselerator sudah dimulai sejak 15 Maret 2019. Masing-masing StartUp dilatih untuk mempersiapkan presentasi dengan materi dan susunan konten yang disesuaikan dengan persyaratan panitia,” kata Niko.

Ia juga menjelaskan, beberapa kali dirinya dan peserta lain menjalani persiapan dan pelatihan presentasi selama dua menit bersama dengan mentor/coach AETP. Usai mengikuti pembukaan acara StartUp Day oleh Pemerintah Swiss, peserta kemudian mengikuti Pitching Battle pada bidang Healthtech selama 100 detik.

“Pengalaman yang bukan saja menarik, bahkan hal yang positif, yakni dipertemukan dengan para investor dari Swiss maupun negara-negara Eropa. Yakni pembelajaran tentang bagaimana mengembangkan dan memajukan StartUp di tanah air,” tutup Niko.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editot: Dony Maulana