Unair Utamakan Pendaftaran Calon Mahasiswa Bidikmisi dan Komitmen Khusus SBMPTN

Unair utamakan calon mahasiswa dengan jalur Bidikmisi dan Komitmen Khusus SBMPTN di tahun 2019. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tahun ini akan mengutamakan calon mahasiswa yang mendaftar jalur Bidikmisi dan Komitmen Khusus pada jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019.

Rektor UNAIR, Prof Mohammad Nasih mengatakan bahwa pihaknya akan memberi pertimbangan khusus untuk pendaftar tersebut dengan menempuh double agree ataupun student outbond di luar negeri selain nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

“Nilai pendaftar Bidikmisi akan kami tambahkan. Jadi pendaftar bidikmisi dengan skor rendah masih bisa bersaing dengan yang skornya tinggi, sehingga kami bisa memberi peluang bagi calon mahasiswa yang tidak mampu,” ungkap Nasih, saat sesi wawancara di Kampus UNAIR C, Jumat (14/6/2019).

Nasih mengungkapkan, Unair juga memberikan peluang bagi calon mahasiswa yang mau ikut program double degree ataupun program full time outbond di luar negeri selama satu semester sehingga bobot nilainya akan disesuaikan. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan nilai UTBK yang rendah bisa diterima sementara yang tinggi tidak diterima.

Komitmen tersebut, merupakan kesanggupan pendaftar SBMPTN untuk mengambil program double degree maupun student outbond dengan biaya mandiri.

“Mereka yang punya komitmen pada dua hal tersebut, akan kami siapkan formulirnya. Ini berupa pernyataan jika diterima akan menjalani outbond dengan biaya mandiri ke berbagai negara kecuali Afrika,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk memastikan jalannya komitmen tersebut, kemungkinan besar akan ada pertimbangan untuk jaminan dana pendidikan yang harus disertakan dan pendaftar harus datang langsung ke Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair beserta dengan orang tua.

Kendati demikian, nilai UTBK akan tetap menjadi acuan UNAIR dalam SBMPTN tahun ini. Sementara itu, program double degree di Unair baru akan dibuka pada lima program studi, yakni akutansi, psikologi, managemen, ekonomi islam dan fakultas kedokteran gigi.

“Sedangkan untuk program outbond luar negeri dilaksanakan di setiap semester dengan kerjasama berbagai universitas dari berbagai negara,” tutup Nasih.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana