Ubaya Resmikan Laboratorium CBT Untuk Fakultas Kedokteran

Lab CBT Universitas Surabaya yang baru diresmikan. Sebanyak 122 unit komputer dengan spesifikasi tinggi siap beroperasi menunjang proses edukasi di Ubaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) resmikan Laboratorium Computer Based Test (CBT) pada hari ini. Peresmian ini dilaksanakan oleh rektor UBAYA, Prof Joniarto Parung dan Dekan Fakultas Kedokteran, Dr Irwin. Laboratorium ini bertujuan menambah fasilitas uji kompetensi berbasis komputer dan praktikum mahasiswa.

“Laboratorium CBT akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan proses pembelajaran dan kualitas lulusan Fakultas Kedokteran Ubaya. Selain uji kompetensi, laboratorium digunakan dalam proses pembelajaran beberapa mata kuliah seperti statistik, farmakologi, patalogi dan masih banyak yang lain. Sehingga penggunaan laboratorium cukup intensif, bahkan lebih dari 10 hingga 20 kali dalam satu semester,” ungkap Irwin, saat sesi wawancara di Kampus Universitas Surabaya, Jumat (16/6/2019).

Irwin mengungkapkan, sebanyak 122 unit komputer dengan spesifikasi canggih telah siap beroperasi untuk mahasiswa lakukan uji kompetensi berbasis komputer dan serangkaian paktikum. Pembuatan laboratorium ini membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga tak banyak Fakultas Kedokteran yang memiliki Laboratorium CBT.

Proses pembelajaran mata kuliah statistic yang siap menggunakan Laboratorium CBT ini. Nantinya mahasiswa akan menggunakan untuk menganalisa data. Menurutnya, mata kuliah farmakologi sebenarnya terkendala dengan hewan dan hak asasi serta faktor etika. Namun, dengan adanya CBT, hal ini tentu akan membantu dosen dalam pembuatan aplikasi software yang dapat digunakan untuk praktikum. Melalui aplikasi tersebut, mahasiswa bisa mengetahui kondisi.

“Jika pasien sakit diberi obat dengan takaran dosis segini apa yang terjadi. Jika denyut jantungnya terlalu cepat, maka dosis dikurangi. Praktek yang kita bisa lakukan bisa melalui aplikasi tanpa uji coba pada hewan atau manusia,” ujarnya.

Pada laboratorium CBT, sekat meja dapat disetting naik-turun sesuai kebutuhan mahasiswa. Sedangkan bagian depan, kanan dan kiri meja didesain guna meminimalisir kecurangan selama uji kompetensi berlangsung. Selain itu, terdapat Ruang Kontrol Administrasi yang memantau dan memberi komando kepada peserta yang mengikuti uji kompetensi berbasis komputer.

Ruang server yang melayani 122 unit komputer agar sistem yang dijalankan terintegrasi dengan baik. Laboratorium ini juga menyediakan 122 unit komputer dengan daya tampung maksimal sebesar 110 mahasiswa.

“Pada uji kompetensi dan praktikum, penggunaan unit komputer yaitu sebesar 90% dan sisanya 10% digunakan untuk cadangan jika terjadi eror pada sistem,” kata Irwin.

Lab yang berada di bawah tanggung jawab Fakultas Kedokteran ini, juga dapat digunakan oleh mahasiswa jurusan lain bahkan untuk seleksi masuk bagi calon mahasiswa baru.

“Saya berharap dengan adanya laboratorium CBT ini, dalam waktu dekat ujian mata kuliah Fakultas Kedokteran sudah bergeser dan berbasis online,” tutup Irwin.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana