Suroboyo Bus Kumpulkan 39 Ton Sampah Plastik Bernilai 150 Juta

Suroboyo Bus, yang tiket naiknya menggunakan sampah botol plastik sebagai alat pembayaran. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Hingga Januari 2019 lalu, sebanyak 39 ton sampah botol plastik senilai 150 juta terkumpul oleh Suroboyo bus, sejak mulai beroperasinya pada tahun 2018 lalu. Botol platik itu yang terkumpul itu, dilelang melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Hasil penjualan botol plastik tersebut masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya.

“Seperti yang diketahui, penumpang Suroboyo bus memang tidak dikenakan tarif. Namun, penumpang diharuskan membawa botol plastik. Botol yang dikumpulkan bisa berupa tiga botol plastik besar ukuran 1.500 mililiter, lima botol plastik ukuran sedang ukuran 600 mililiter, atau 10 gelas plastik ukuran 240 mililiter,” ungkap Eri Cahyadi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) saat sesi wawancara di balai kota Surabaya, Rabu (13/6/2019).

Eri mengungkapkan, pelelangan botol plastik itu tidak ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melainkan pada DJKN. Menurutnya lelang tersebut dimenangkan oleh perusahaan pengelola sampah plastik menjaid biji plastik yakni PT Langgeng Jaya Plastindo senilai 150 juta.

Ia menjelaskan, bahwa botol plastik yang terkumpul itu sudah ditetapkan sebagai kekayaan daerah, sehingga secara otomatis botol sampah 39 ton tersebut dilelang oleh DJKN. Sistem lelang yang digunakan yakni mencari pemenang dengan penawaran tertinggi, dan pada waktu itu dibuka pada harga Rp 80 juta.

“Lelang botol plastik hasil pendapatan Suroboyo Bus itu baru dilakukan pertama kali. Sebab, sebelumnya belum ditetapkan siapa pihak berwenang yang menangani penjualan tersebut. Kami baru melelang botol plastik itu setelah semuanya clear, baru kami lelang,” ujarnya.

Dana penjualan tersebut, masuk ke PAD retribusi atau bisa masuk ke pajak Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau bisa masuk Pajak Bumi Bangunan (PBB). Ia mengklaim minat warga untuk menggunakan Suroboyo Bus semakin meningkat. Hal tersebut tentu saja juga berdampak pada peningkatan jumlah botol plastik.

“Mudah’mudahan sistem pembayaran dengan botol plastik ini terus berlaku. Tiket bus dengan botol plastik ini jadi contoh sampai dunia internasional,” tutup Eri.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana