Emil Dardak Dampingi Mendagri Sidak Pasar Lawang dan Pasar Singosari

Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak bersama Mendagri, Enggartiasto Lukita saat sidak ke pasar Lawang dan Singosari, Malang.

SURABAYA-SUREPLUS: Wakil Gubernur Jatim. Emil Elestianto Dardak mendampingi Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama Plt Bupati Malang Sanusi dan Forkopimda Kabupaten Malang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Lawang dan Pasar Singosari Malang. Sidak ini dilakukan untuk meninjau stan-stan Pasar Lawang yang terbakar beberapa waktu lalu, serta melihat ketersediaan bahan pangan di kedua pasar tersebut.

“ Saya benar-benar mengapresiasi kedatangan bapak Menteri Perdagangan untuk melakukan peninjauan pada Pasar Lawang dan Pasar Singosari. Sebab kedua pasar ini benar-benar kebanggaan dari Jawa Timur,” ungkap Emil, saat sesi wawancara di lokasi, Senin (4/6/2019).

Emil mengungkapkan, Ia juga bersedih terhadap kejadian terbakarnya stan-stan di Pasar Lawang. Karena itu harus segera tertangani. Menurutnya, untuk memberikan bantuan itu terkait permasalahan di Pasar Lawang ada dua pilihan. Salah satunya yakni bantuan sosial tak terduga yang memungkinkan bantuan ini diberikan tanpa menunggu anggaran APBD. Kalau sudah masuk dalam bantuan soaial tak terduga harus tercatat by name by address.

Ia juga menceritakan pengalamannya ketika menjadi Bupati Trenggalek dulu. Saat terjadi pasar yang kebakaran, pihaknya berkoordinasi dengan Kejari untuk memastikan setiap penerima bantuan harus diverifikasi by name by address.

“Kadang-kadang masalahnya yang punya slot siapa, tapi yang menempati sudah berganti nama 3-5 kali. Untuk itu masyarakat harus sabar, proses ini yang dilakukan Menteri Perdagangan membutuhkan waktu untuk memastikan penerima bantuan yang memang berhak,” ujarnya.

Kendati demikian, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan, berdasarkan hasil sidak dilakukannya pada kedua pasar, harga di Pasar Singosari lebih rendah sedikit dibanding Pasar Lawang.

“Jadi itulah khasnya pasar tradisional, pasar rakyat. Harga daging di Jatim termasuk yang terendah. Seperti di Pasar Singosari harga daging mencapai Rp. 110 ribu per kg,” kata Lukita.

Harga bawang putih Rp. 30 ribu per kg di Pasar Singosari lebih rendah dari di Pasar Lawang. Kemudian harga bawang merah juga mengalami penurunan. Untuk cabai rawit harganya rendah. Sedangkan cabai merah besar memang harganya sedang tinggi karena musimnya. Untuk harga gula mencapai Rp. 11.800 di bawah harga eceran tertinggi (HET).

“Itu secara keseluruhan berjalan dengan baik. Beras bahkan lebih rendah dari HET. Beras medium Rp. 9.000. Minyak goreng juga di bawah HET, telor juga, ayam. Semuanya stabil cenderung turun,” ucap Lukita.

Melihat kondisi tersebut, Mendag RI ini berharap agar tidak ada kekhawatiran karena stok bahan pangan tersedia. Satgas Pangan dari kepolisian juga memantau terus, tidak mungkin ada satu pun pedagang yang berani menipu.

“Ini dipantau terus dari pusat, provinsi, kabupaten bersama satgas. Ini aman semua,” imbuhnya.

Mengenai pasar rakyat, ia mengatakan, berbagai pasar rakyat menjadi prioritas Presiden RI. Karena itu pihaknya akan memprioritaskan yang terdapat masalah terlebih dahulu dan sudah dijanjikan untuk dibereskan. Untuk desainnya harus tidak kalah dengan pasar retail modern, pasar rakyat harus dibuat nyaman.

“Ada tambahan lagi mengisi agar pasar rakyat tidak kalah dengan pasar retail modern dari sisi harga. Kami juga akan menyiapkan ekosistem digital untuk mendukung pasar rakyat. Jatim akan dijadikan pilot project karena Pemprov Jatim sangat responsif terhadap hal-hal seperti ini,” tutup Mendag RI tersebut. (DEWID WIRATAMA)