Mahasiswa UNAIR Tingkatkan Pengetahuan Industri UMKM Lewat Talkshow

FOUNDER Indonesia Creative Millenial Community, Novrizal Arifin saat sedang memberikan sambutan pada Talkshow ICMC pada 18 Mei 2019 di Aula Soetandyo FISIP UNAIR. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Sejalan dengan upaya meningkatkan skill serta membimbing pelaku usaha, Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Airlangga dan Indonesian Creative Millenial Community (ICMC) menggelar Talkshow bertajuk “Kondisi dan Proyeksi UMKM di era Revolusi Industri 4.0” dan Workshop Fotografi Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Acara tersebut dilangsungkan di Aula Soetandyo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR.

Narasumber dalam acara tersebut berasal dari praktisi sampai akademisi. Di antaranya Dr. Tri Siwi Agustina, selaku koordinator kewirausahaan PPKK UNAIR, Ir. Firman Asyari, founder Batik Teyeng, Nadyah Silma, owner ScrapSby. Termasuk juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Surabaya, Dra. Nanis Chairani, MM.

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat interkonektivitas antar lintas stakeholder dalam pengembangan UMKM. Bukan hanya PPKK UNAIR, ICMC menggandeng beberapa pihak lain, yaitu e-UKM Surabaya dan RPX One Stop Logistic,” ungkap Tri Siwi Agustina saat memberikan pemaparan di acara tersebut, Kamis (23/5/2019).

Selanjutnya, materi Workshop Fotografi diisi oleh Kik’s Visual. Yakni, praktisi yang sudah berpengalaman dalam biang photographer, illustrator, danvideo creator. Dalam menyampaikan materi, para narasumber berfokus pada kondisi dan proyeksi UMKM di tengah Revolusi Industri 4.0.

Agustina menjelaskan, dari sudut pandang akademisi pentingnya adaptasi, pengetahuan, dan komitmen dalam pengembangan kewirausaan di tengah revolusi industri 4.0. Salah seorang peserta yang baru merintis usahanya bernama Wynda, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari acara tersebut.

”Banyak wawasan baru yang saya dapat melalui sharing pengalaman dari pembicara. Selain itu, saya tahu bagaimana strategi wirausaha pada revolusi industri 4.0 dari sudut pandang wirausahawan,” kata owner Hasanda Hijab itu.

Menurut dia, kegiatan semacam itu sangat penting untuk diselenggarakan. Sebab, selain menambah relasi sesama wirausahawan, baik dari mahasiswa maupun pelaku UMKM, itu dapat menjaga motivasi para pelaku usaha untuk terus berkembang.

”Apalagi kalau sharing sama wirausahawan yang sudah berhasil dan sukses. Itu bisa jadi semangat dan dorongan untuk membenahi diri dalam berwirausaha,” pungkas Wynda.

Melalui founder-nya, ICMC menjelaskan komitmennya akan memperkuat jaringan antara UMKM, pemerintah, swasta, dan akademisi. Itu menjadi sangat penting untuk peningkatan produktivitas pelaku UMKM. Sementara itu, ICMC siap untuk menjembatani seluruh stakeholder terkait. Melalui satu wadah proaktif, kolaboratif, dan inovatif yang berbentuk Asosiasi UMKM.

”Ke depan ICMC terus menggalakkan forum–forum seperti ini untuk menjaga sinergitas bersama seluruh stakeholder terkait,” tutup Novrizal selaku founder ICM.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana