Jumlah Impor Jawa Timur Meroket Hingga 23,80 Persen

Pada bulan April 2019 golongan besi dan baja merupakan komoditi utama impor Jawa Timur.FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur memberikan laporan bulanan, yang menunjukkan adanya peningkatan pesat pada impor Jawa Timur sebesar 23,80 persen. Dibandingkan bulan Maret 2019, jumlah impor mencapai 1,77 miliar dolar AS pada bulan April naik pada angka 2,19 miliar dolar AS.

“Impor migas menyumbang 20,10 persen dari total impor April 2019. Nilai impor migas mengalami kenaikan sebesar 37,86 persen bila dibandingkan dengan bulan April 2018. Sedangkan impor non migas meningkat sebesar sebesar 16,43 persen, dibandingkan bulan sebelumnya yang menyumbang 79,90 persen total impor April 2019 ke Jawa Timur,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id via ponsel, Rabu (22/5/2019).

Teguh mengungkapkan, jika dilihat dari golongan barang, pada bulan April 2019 golongan besi dan baja merupakan komoditi utama impor Jawa Timur, dengan nilai transaksi sebesar 192,23 juta, naik sebesar 19,59 persen dari bulan sebelumnya dan mencapai 160,82 juta dolar AS.

Pada peringkat kedua, yakni golongan mesin/pesawat mekanik menyumbang nilai impor sebesar 10,66 persen atau 186,89 juta dolar AS. Golongan ini utamanya berasal dari Tiongkok. Di urutan ketiga, adalah golongan plastik dan barang dari plastik yang menyumbang nilai impor sebesar 122,98 juta dolar AS atau mencapai 7,02 persen.

“Tiongkok tercatat sebagai negara asal barang yang masuk Jawa Timur selama April 2019 baik diantara negara-negara    Asia maupun dunia dengan peranan sebesar 27,12 persen. Disusul berikutnya dari Amerika Serikat dan Jepang yang memberikan kontribusi pada pasar impor sebesar 5,97 dan 5,11 persen,” ujarnya.

Kelompok negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditi nonmigas ke Jawa Timur, yaitu mencapai 259,14 juta dolar AS atau naik sebesar 0,86 persen dibanding bulan sebelumnya. Di kawasan ASEAN, Malaysia menjadi negara utama asal impor dengan nilai 70,75 juta dolar AS atau sebesar 4,04 persen dari total impor, selanjutnya diikuti Thailand sebesar 70,14 juta dengan peranan sebesar 4,00 persen dan dari Singapura sebesar 3,49 persen.

“Sementara itu impor nonmigas dari kelompok negara Uni Eropa bulan April 2019 sebesar    139,96 juta dolar AS atau naik sebesar 17,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor dari Jerman sebesar 45,24 juta dolar AS atau dengan peranan sebesar 2,58 persen. Diikuti dari Italia sebesar 21,35 juta atau berkontribusi sebesar 1,22 persen,” ucap Teguh.

Neraca perdagangan Jawa Timur selama April 2019 mengalami defisit sebesar 622,40 juta dolar AS. Hal ini disebabkan karena adanya selisih perdagangan yang negatif pada sektor non migas maupun migas, sehingga    secara agregat menjadi  defisit.    Sektor nonmigas mengalami defisit sebesar 276,48 juta dan sektor migas mengalami defisit 345,92 juta dolar AS.

“Secara kumulatif, selama Januari-April 2019, neraca perdagangan mengalami defisit sebesar 1,18 miliar dolar AS. Hal ini dikarenakan defisit sektor migas sebesar 1,03 miliar dolar AS dan sektor nonmigas juga mengalami defisit sebesar 149,22 juta dolar AS,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana