Walikota Surabaya Kembali Kunjungi Keluarga Korban Meninggal KPPS

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat mengunjungi keluarga korban meninggal anggota KPPS di daerah Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam sehari melakukan dua takziah sekaligus ke rumah duka keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai menjalankan tugas pada Bulan April lalu. Terhitung sampai hari Senin, total kunjungan yang sudah dilakukan Wali Kota Risma sebanyak 11 kali.

Pada kunjungan yang pertama, Wali Kota Risma tiba di rumah duka almarhum Sukardji (60) diJalan Lasem No. 2 Gang Buntu, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan Surabaya. Sukardji merupakan anggota KPPS Tempat Pemungutan Suara (TPS) 36 Dupak Krembangan yang mengalami sakit setelah tertimpa meja di TPS tempat ia bertugas.

“Dalam waktu satu hari, almarhum berpindah di tiga rumah sakit. Setelah menggeluh sakit usai kejatuhan meja di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Jumat (26/4/2019). Kemudian almarhum Sukardji dibawa ke RS PHC dan dirujuk ke RS Airlangga hingga meninggal dunia,”ungkap istri Sukardji, Endang Sumarni saat duduk bersama Risma, Senin (20/5/2019).

Dalam kesehariannya, almarhum Sukardji merupakan seorang pensiunan PNS yang sempat dinas di Kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Ia hidup bersama tiga orang anaknya, yakni Endah Pratiwi (29), Anjar Indah (27), Rahmad Dhani (22), bersama satu menantu, satu cucu, dan seorang istri bernama Endang Sumarni (51).

Setelah mendengar cerita tersebut, Wali Kota Risma juga bertanya terkait kondisi anak-anak almarhum. Seketika itu, anak ketiga almarhum Sutardji, Rahmad Dhani, menceritakan kondisinya yang tidak dapat menuntaskan sekolah jenjang strata satu akibat minim biaya. Kini Rahmad lebih memilih untuk berdagang. Mendengar hal tersebut, Wali Kota Risma langsung menawarkan kepada Rahmad untuk bergabung dalam binaan Pejuang Muda, agar usahanya itu bisa lebih berkembang.

“Ayo kalau kamu mau usahamu makin lancar, nanti ikut di Pejuang Muda pelatihan-pelatihan untuk jadi pengusaha yang sukses. Nanti juga saya undang untuk datang ke Gedung Siola lantai 4, nanti ada pengarahan dari saya di situ nanti juga kumpul dengan banyak peserta,” ujar Wali Kota Risma kepada Rahmad.

Wali Kota Risma juga memastikan bahwa pihaknya siap membantu dan mendorong anak keluarga almarhum, agar usaha yang ia jalankan bisa lebih berkembang. Namun begitu, ia berharap kepada anak almarhum agar mau bersungguh-sungguh mengikuti program-program pelatihan Pejuang Muda.

Usai bertemu dengan keluarga almarhum Sukardji, Wali Kota Risma bersama jajarannya kemudian melanjutkan kunjungan takziah. Pada kunjungannya yang ke-11 ini, ia menuju rumah duka keluarga almarhum Muhammad Syaiful Arief (69) di Jalan Demak Timur Gang 3 No. 5A, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan Surabaya. Almarhum tercatat sebagai Ketua TPS 40 Gundih di Demak Timur 3 No. 11 Surabaya.

Almarhum dalam kesehariannya merupakan seorang wirausaha dalam bidang mebel. Ia meninggalkan tiga orang anak, satu pria dan dua wanita, serta seorang istri yang bernama Hartutik (60).

Pada kesempatan itu, hal yang sama juga dilakukan Wali Kota Risma kepada keluarga almarhum Muhammad Syaiful Arief. Dalam pertemuan dengan keluarga almarhum, Wali Kota Risma coba manfaatkan untuk memahami dan menggali data permasalahan yang ada. Harapannya, ia bisa membantu mencarikan solusi atas masalah yang menimpa keluarga almarhum.

“Penyelesaiannya tidak bisa sama karena masalahnya beda-beda, namun yang paling penting adalahsustainability. Karena itu kita bantu coba selesaikan masalahnya, supaya bebannya terkurangi. Bagaimana pun beliau-beliau ini sudah membantu dan telah berjasa,” tutup Risma.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana