Mahasiswa UNAIR Berhasil Sabet Juara ke-3 SASECOM Tingkat Nasional

Tim delegasi UNAIR (dari kiri ke kanan) Vira Rohmatul Aliyah, Addien Kusuma Wardani dan Primedya Kusumawati saat mempraktikan studi kasus pada tahap final Sasecom 2019 di Undip. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Prestasi tingkat nasional kembali didapatkan oleh Universitas Airlangga Surabaya. Tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Vokasi UNAIR berhasil meraih juara III pada Smart Safety Competition (SASECOM) 2019. Mereka adalah Primedya Kusumawati angkatan 2017; Vira Rohmatul Aliyah angkatan 2017; dan Addien Kusuma Wardani angkatan 2018.

Kompetisi tersebut diadakan OSH (Occupational Safety and Health) Forum Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro pada Sabtu (27/4/2019). Kompetisi tahunan tersebut merupakan lomba cerdas cermat seputar kesehatan dan keselamatan kerja tingkat nasional.

”Nggak nyangka banget dapat juara mewakili UNAIR. Sudah pasti saya bersyukur dan bangga bisa membawa nama UNAIR di kancah Nasional,” ungkap Addien sebagai salah seorang anggota tim saat diwawancarai reporter Sureplus.id di Kampus UNAIR, Senin (20/5/2019).

Addien mengungkapkan, bersama delapan tim lainnya, dua tim delegasi UNAIR diberangkatkan untuk mengikuti babak semifinal. Sepuluh tim tersebut merupakan delegasi dari berbagai perguruan tinggi ternama di Pulau Jawa. Di antaranya, Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Sebelas Maret, juga UNAIR.

Dari sepuluh tim yang mengikuti babak semifinal, dijaring tiga tim terbaik untuk maju ke babak final. Tiga tim terbaik itu adalah, Undip, Universitas Sebelas Maret, dan UNAIR. ”Ada sepuluh soal esai di babak semifinal. Dan, alhamdulillah semua terjawab dengan maksimal,” ujarnya.

Babak final terbagi dalam empat tahap. Pertama, tahap pertanyaan wajib di mana setiap tim diberi sepuluh pertanyaan yang wajib dijawab. Kedua, tahap pertanyaan lemparan. Setiap tim diberi lima pertanyaan dan apabila tidak dapat menjawab, maka pertanyaan dilempar ke tim lain.

Lalu tahap rebutan, di sini diperlukan kecepatan dan ketepatan dalam menjawab soal yang diberikan. Apabila salah menjawab, skor akan dikurangi. Dan tahap terakhir adalah praktik studi kasus. Setiap tim diberi dua studi kasus mengenai bagaimana penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan P3K yang tepat.

“ini kali pertama saya bersama tim mengikuti ajang ini. Minimal dengan mengikuti perlombaan semacam itu kita dapat memperluas jejaring pertemanan. Terutama dengan mereka yang memiliki latar belakang bidang studi yang sama,” ucap Addien.

Addien dan timnya tetap berharap prestasi ini bisa memotivasi mahasiswa yang lain untuk mengikuti lomba dan bisa mengharumkan nama UNAIR.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana